Sabtu, 29 Oktober 2011

3 IDIOTS

"Jika saya menjadi seorang guru, saya tidak akan pernah meninggalkan murid saya yang lemah"
"Jangan mengejar kesuksesan, tapi kejarlah kesempurnaan, maka kesuksesan akan menghampirimu"
"semuanya adil dalam cinta dan perang"
"All izz well" 

Sutradara          : Rajkumar Hirani
Skenario           : Abhijat Joshi, Rajkumar Hirani, Vidhu Vinod Chopra
Produser           : Vidhu Vinod Chopra
Editing              : Ranjeet Bahadur, Rajkumar Hirani
Kameraman      : C. K. Muraleedharan
Bintang             : Aamir Khan, Kareena Kapoor, R. Madhavan, Sharman Joshi, Boman Irani,
                          Omi Vaidya
Adaptasi dari    : Five Point Someone – What not to do at IIT! by, Chetan Bhagat
Tanggal rilis      : 25 Desember 2009


Keempat kalimat itu adalah kalimat yang kemudian menjadi ingatan yang melekat bagi penggemar film 3 IDIOTS.
membaca kalimat tersebut maka anda akan tahu bahwa film ini memiliki pesan yang dalam. Pesan dalam film? yeah... film ini punya banyak pesan terutama mengenai pendidikan, mulai dari pengajaran sampai pengarahan pendidikan itu sendiri. jarang kan nonton film India tapi cerita intinya berbau diluar cinta?
tapi mari kita ulas dulu teknis film ini secara garis besarnya.

seperti yang kita tahu, india terkenal dengan pencetak film tertinggi dengan pertahunnya hampir mencapai 1000 film. sangat produktif... tapi dari kenyataan tersebut diketahui juga bahwa bahan baku yang mereka pakai biasanya adalah Digital (digital? itu mengikuti kemajuan teknologi loh..). tapi jangan meragukan kalo India bikin film.. mereka bisa membayar bintangnya dengan harga yang sangat mahal,.. ckckck...

Begitu juga dalam film 3 Idiots, ga bisa mastiin juga dia pake bahan baku apa, tapi kayaknya digital (liat dari warna ya). terus editing aman, penggambilan gambar juga terkomposisi dengan baik.

Sebelum kita lanjut, mari kita kenali tokoh protagonisnya dulu:
Ada tiga tokoh protagonis didalam film ini

Ranchoddas "Rancho" Shamaldas Chanchad / Phunsukh Wangdu.
dia adalah tokoh protagonis yang sangat dicintai oleh teman-temannya. sebagai seorang sahabat dari tiga sahabat ini, dia telah banyak mendorong teman-temannya untuk berani malakukan perubahan dalam hidup mereka. dia adalah orang yang sangat cerdas. tapi tidak pernah sombong dengan kecerdasannya. peduli terhadap teman-temannya, konyol namun dia benar-benar sangat logis tidak hanya dalam berfikir juga bertindak. dan seperti tujuan didalam cerita ini, dia adalah orang yang sangat menentang sistem pembelajaran menghapal secara text book, diktator, dan tanpa toleransi. <-- I LOVE RANCHO (pokoknya dia ini pemeran utamanya).

Farhan Qureshi
dia adalah si narator dalam film ini. dia yang akan membawa kita pada kisah yang terjadi pada mereka dalam film ini. dia tidak bercita-cita sebagai insinyur, namun orang tuanya memaksanya agar ia bisa membanggakan keluarga, menaikkan derajat keluargannya untuk lulus dan bekerja sebagai seorang insinyur. padahal dia adalah seorang pemuda yang sangat hobby dengan dunia fotografi. dia takut untuk menentang ayahnya.

Raju Rastogi
dia adalah seorang pemuda cerdas yang dihantui rasa ketakutan untuk menaikkan tingkat pendapatan keluarga. Ayahnya hanyalah seorang pensiunan tukang pos yang hanya bisa terbaring setelah diserang struk. ibunya pensiunan guru, dan kakak perempuannya telah dewasa dan belum juga menikah. karena hal itu ia selalu menyembah dewa dan tidak lupa berdoa. ia memakai banyak cincin ditangannya yang mempunyai banyak permintaan lewat cincin itu. cincin untuk ayah sembuh, cincin untuk lulus ujian, cincin untuk kakak menikah dan lain-lain. namun ternyata karena rasa ketakutan itu ia malah tidak bisa menjadi yang terbaik. ia selalu melakukan kesalahan sehingga ia menjadi peringkat ke dua dari bawah dikampusnya, setelah Farhan.
(tokoh Raju sangat mengidentifikasi saya, Raju punya kendala takut terhadap masa depan sehingga ia selalu berdoa, bedanya dengan saya, saya adalah manusia yang sangat cepat gugup. jika sudah gugup maka semua akan kacau, ngelantur, dan kondisi yang lebih buruk, isi kepala saya semuannya akan hilang. -_-' mamaaaaaaaaaaa tolong toloongg).

Kisah mereka dimulai dari pertemuan mereka belajar disebuah perguruan tinggi ICE-->Imperial Collage of Engineering. pada pertemuan pertama eksposisi karakter telah terlihat pada tokoh-tokoh penting dalam film ini, sepeti aksi dari farhan ketika melihat anak-anak anjing kecil dan induknya, ia tertarik untuk memotretnya. kemudian ketika Farhan memasuki kamarnya, ia bertemu dengan Raju yang sedang berdoa. juga kemunculan Rancho yang tiba-tiba dimalam hari saat sedang terjadinya Ospek di sekitar asrama. ia mempraktekkan ilmu pengetahuan alam kelas 2 SD untuk memberi pelajaran pada seniornya. dalam Ospek tersebut telah muncul juga Chatur yang tidak bisa berbahasa india dengan baik karena dia lahir di uganda dan lama di polychery. semua adegan itu adalah adegan perkenalan yang menarik. dan bisa di katakan juga sebagai penanaman informasi dalam film ini. Ada satu lagi perkenalan tokoh antagonis yang menarik buat saya, yaitu perkenalan Dr. Viru Sahastrabuddhe. perkenalannya benar-benar di kemas secara komedi. tapi anda akan tetap melihat keangkuhan dari Dr. Viru yang dijuluki Virus komputer ini (jadi teringat masa SMA nih.. semua guru dikasih julukan haha).
Alur cerita dari film ini maju mundur. nonton aja filmnya, biar tahu sendiri. hehe..

masuk ke shot,
India adalah salah satu Negara penghasil film yang senang mengeskspos tempat-tempat indah, hal itu di tampilkan lagi dalam film ini. Beberapa shot dalam adegan pembukaan cast awal film mereka, di ambil Extream long shot dari jalan perbukitan dan hutan-hutan India yang indah dengan menggunakan helikopter. saat itu adegan mulai mengarahkan pada pencarian Rancho sebagai pemeran utama. kamera mengikuti perjalanan sebuah mobil, kita bisa lihat indahnya alam India dari adegan tersebut. nah, anda akan mendengar musik yang sendu dari adegan tersebut. penonton sudah mulai bisa menebak, bahwa sebenarnya orang yang dicari oleh ketiga aktor yang muncul diawal cerita ini bukan sekedar orang biasa, melainkan seseorang yang betul-betul sedang ditunggu dan dirindukan teman-temannya.

pada scene awal ada pengambilan gambar seperti frame dalam frame (variasi shot, ok juga).
diawal film saat tiga aktor berkumpul diatas sebuah menara dalam kawasan ICE, dari saat mereka menaiki tangga menara ada banyak pergerakan kamera.
yang saya ingat ada sebuah shot saat Chatur bicara dengan Raju dan farhan diatas menara, shot saat itu adalah LS dengan posisi raju dan farhan dikiri frame, sedangkan chatur dikanan frame. farhan lalu melemparkan botol minumannya sambil bicara, saat itu masih dalam shot yang sama, kamera melakukan track in ke belakang tubuh chatur sehingga tipe shot berubah menjadi OTS.
Ada juga sebuah shot, dari shot ke empat pembukaan cast film, shot tersebut diambil dari halikopter seperti sebuah POV (point of view) yang mengajak penonton mencari tokoh utama. shot tersebut cuma mengambil pemandangan dari hutan menuju jalan, namun ketika kamera telah mendekati jalan, seolah kejadian tersebut terjadi tanpa kesengajaan, mobil mereka masuk ke dalam frame melintas ke arah depan dengan cepat. padahal semua yang berada dalam film fiksi itu diatur oleh filmmaker. terutama dalam hal seperti ini, ini sudah pasti screen direction. sudah pasti direncanakan oleh sutradara.
shot-shot seperti ini akan menjadi penilaian teknis untuk filmmaker, kalo dilihat munculnya cuma beberapa detik, tidak ada unsur penyampaian yang begitu dalam, tapi baik untuk variasi shot. biasanya shot-shot seperti ini juga yang dianggap ga ada apa-apanya sama penonton. tapi penting buat sutradara bikin hal-hal begini dan ini cukup gila budget. kalo saat pengambilan gambar tersebut, mobil tidak masuk secara pas kedalam frame. ini berarti ngulang lagi donggg... berarti harus mengambil waktu dan uang tambahan untuk penyewaan helikopter.

dalam pembukaan cast banyak POV dan, VLS, ELS, mungkin menyesuaikan juga sama konsep skenario, dan lagu pembukaan tersebut, yang isi liriknya intinya adalah mencari pemeran utama.
Kemudian setelah itu kita akan diajak untuk masuk ke dalam cerita, melalui beberapa shot sekilas kehidupan sebelumnya dan diikuti narasi dari salah satu tokoh protagonis.
Pada saat lagu Zoobi doobi, ada banyak efek yang digunakan. ada satu perpindahan scene yang menurut saya kreatif, walaupun kelihatan biasa, yang saya ingat adalah ketika Rancho berpura-pura menjadi pembawa acara di tv, dia menjelaskan mengenai cuaca yang akan terkena hujan. hal tersebut mungkin mengguanakan bluescreen atau greenscreen, tapi ternyata mereka menjadikannya sebagai perpindahan shot ke scene selanjutnya ke studio yang seolah sebuah tempat yang sedang turun hujan. sesuai konsep dalam film, atau konsep yang dirancang dalam skenario, dibaca oleh sutradara, shot seperti ini pasti sudah dikonsep, kemudian dilakukan dalam editing.

dari segi artistik? biasanya india habis-habisan.
dalam film ini Artistik terlihat megah, tidak mudah untuk set up artistik dari kampus mereka (saya fikir ada beberapa yang benar-benar menggunakan ruangan kampus dan ada juga yang di set up seperti ruang kerja Virus, dan beberapa tempat lain), juga set up untuk rumah Raju, walaupun setiap dirumah raju hanya diperlihatkan satu ruangan. set up pesta pernikahan kakak Pia, set up untuk beberapa adegan dalam lagu Aal Izz Well dan Zoobi doobi, juga set up sekolah yang dibagun oleh Rancho.
 mereka juga memperhatikan make up dengan baik, seperti make up untuk usia saat duduk dibangku kuliah juga setelah bekerja. (hal kecil lainnya juga terlihat perbedaan make up Pia saat tidur dengan setelah tidur).

Ada satu properti yang digunakan dibeberapa scene dalam film ini, yaitu bayi yang baru lahir. Saya sangat yakin itu adalah boneka, namun properti itu dibuat dengan sangat baik. boneka itu seolah-oleh benar-benar bayi. kulitnya terlihat lembut seperti karet/silikon dan sangat rentan, bentuk dan postur, serta rambutnya pun persis bayi. hanya saja ketika terlalu lama di ambil gambarnya akan terlihat juga bahwa itu adalah boneka. karena tidak bergerak, dan tangannya pun terkadang terlihat menggantung seperti boneka. namun bisa dikatakan ok lah... ckckck..

Di awal film anda akan banyak tertawa karena film ini. namun masuk ke pertengahan anda sebagai penonton akan merasakan identifikasi yang kuat terhadap Rancho sebagai mahasiswa. perasaan anda mulai dipermainkan ketika persahabatan diantara mereka mulai terjalin erat. pada saat itu anda akan dibawa pada keadaan didalam kampus ICE yang benar-benar dramatis dikarenakan sistem diktator yang diterapkan dari Virus komputer. dipertengahan cerita juga diselipkan kisah cinta yang manis antara Rancho dan Pia, anak dari rektor ICE alias anak dari Virus komputer. lanjut berikutnya anda anda akan dikejutkan dengan kenyataan mengenai kehidupan Rancho yang sebenarnya diluar dugaan dari teman-temannya. dan dengan penanaman informasi sebelumnya, anda akan dikejutkan lagi diakhir cerita.

banyak pesan mendalam dalam film ini, sebenarnya tidak hanya untuk para orang tua, dosen, dan mahasiswa/i saja, tapi juga untuk pemerintah dalam memperbaharui sistem pendidikan.
hahaha... pokoknya pertama kali saya nonton film ini saya langsung bilang "GILA INI FILM!!" sambil ketawa penasaran.

Seperi kebanyakan film india, walaupun ini adalah film komedi, unsur dramanya juga cukup terasa. apalagi india sering membuat film dengan tujuan untuk membangkitkan semangat hidup masyarakatnya, biasanya untuk masyarakatnya yang banyak hidup dibawah garis kemiskinan, walaupun terkadang terkesan sebuah dongeng (<--ga mungkin maksudnya). Nah, bedanya film ini lebih terfokus untuk membangkitkan semangat mahasiswa dalam menuntut ilmu. hmm, unsur cinta disini hanya sebagai pelengkap "memperindah". saya pikir film-film seperti ini cukup menginspirasi (<--Saya bilang menginspirasi ya. bukan menjiplak. ingat jangan plagiat!) buat kita, apalagi diindonesia kan sekarang lagi marak dengan film yang isinya dengan tokoh yang memperjuangkan hidupnya, dimana isinya sangat berpendidikan, serius, tapi mungkin kurang "kena" dalam mengidentifikasi.
seperti dalam film ini ceritannya lebih mengarah pada realita anak kampus. dan itu kebanyakan benar, tanpa ditutup-tutupi keburukan protagonisnya, (ex: saat rancho dan farhan mencuri soal ujian khusus yang dibuat Virus untuk raju, atau saat mereka mendatangi rumah Virus dimalam hari). sesuai juga dengan konsep cerita. begitu juga dengan realita mengenai dosen, bahwa sebenarnya "dosen juga manusia" (ex: karena kesal Virus membuat soal ujian khusus untuk raju).
saya pribadi pernah punya Sahabat seperti Rancho waktu duduk dibangku SMA.
cerdas, logis, tidak pernah ada pandangan iri, jika terkadang saya lebih baik darinya, dia berbesar hati menerima, tidak pernah merasa angkuh ketika dia lebih baik dari saya, begitu juga saya terhadap dia, dan saya akui kami saling memanfaatkan sebagai orang yang saling mempercayai. dia tidak pernah takut atau menyembunyikan sesuatu yang akan membawa keberhasilan pada saya ataupun begitu juga saya kepada dirinya. sulit untuk bertemu manusia seperti itu lagi. sahabat luar biasaaa. I MISS U MF.



Ada scene yang saya suka dan menurut saya unik, mungkin juga sebagai pemberian eksposisi karakter kepada Raju, setiap ada adegan yang berhubungan dengan rumah Raju, maka tiba-tiba gambar dari shot-shot tersebut akan berubah menjadi hitam putih, di iringi dengan narasi dari farhan, bahwa datang ke rumah Raju mengingatkan mereka pada film hitam putih tahun 50an (narasi penjelas ini pada scene pertama saat kerumah Raju).
filmmaker punya tujuan memberi kesan memprihatinkan untuk keadaan dirumah Raju, dan mungkin filmmakernya juga mau memberi kesan komedinya disana. dan menurut saya itu "kena!" hehehe...

Saya pribadi sebenarnya lebih suka film yang menghibur dan berkesan (menghibur dalam artian tidak harus lucu, bisa menegangkan, atau menyedihkan, dan saya akan selalu teringat dengan film yang punya arti kehidupan di balik pesan filmnya.
(sama seperti orang lagi jatuh cinta--> menghibur membuat saya tertarik, berkesan membuat saya selalu ingat) ciiee.

Dan yang saya heran ada ya manusia seperti Rajkumar Hirani.
dia merangkap tiga pekerjaan dalam film ini, sebagai Sutradara, Penulis skenario, dan Editor.
rakus, tapi ini gila yang ok. hasilnya memuaskan.
dia ikut memikirkan skenarionya, berarti secara tidak langsung beliau ini sudah memikirkan editingnya. masuk ke lapangan ia langsung menyutradarainya, berarti semua pemikiran saat ia mengkhayal atau saat ia merangkai film didalam fikirannya, sudah ia berusaha terapkan saat membuat shot demi shot bersama kameraman.
kemudian lagi-lagi dia ikut dalam mengakhiri imajinasi kreatifnya dimeja editing.
(perfect seperti ini sangat memuaskan jika hasilnya perfect juga, tapi kalo hasilnya biasa aja, mungkin bisa membuat orang-orang disekitarnya jadi risih juga, maka dari itu seorang sutradara itu harus berfikir panjang sekali sebelum dia mencampuri sesuatu, walaupun dia punya wewenang untuk itu). tapi Rajkumar Hirani bisa membuktikan bahwa dia berhasil. itu tandanya dia orang yang kreatif.

Film ini juga banyak menuai kritik positif dari kritikus Film di India, seperti Subhash K. Jha, Nikhat Kamzi, Kaveere Bamzai dan beberpa kritikus India lainnya.

Award
57th National Film Awards
  • Best Popular Film Providing Wholesome Entertainment - 3 Idiots
  • Best Audiography - Anup Dev
  • Best Lyrics - Swanand Kirkire - Behti Hawa Sa Tha Wo
2010 IIFA Awards
  • Best Film - 3 Idiots
  • Best Direction - Rajkumar Hirani
  • Best Story - Abhijat Joshi, Rajkumar Hirani and Vidhu Vinod Chopra
  • Best Supporting Actor - Sharman Joshi
  • Best Actress - Kareena Kapoor
  • Best Actor in a negative role - Boman Irani
  • Best Lyricist - Swanand Kirkire
  • Best Singer Male - Shaan - Behti Hawa Sa Tha Wo
  • Best Cinematography - C. K. Muraleedharan, ISC
  • Best Screenplay - Abhijat Joshi, Rajkumar Hirani & Vidhu Vinod Chopra
  • Best Dialogue - Rajkumar Hirani & Abhijat Joshi
  • Best Editing - Rajkumar Hirani
  • Best Sound Recording - Bishwadeep Chatterjee & Nihal Ranjan Samal
  • Best Song Recording - Bishwadeep Chatterjee & Sachin K Sanghvi
  • Best Sound Re-Recording - Anup Dev
  • Best Background Score - Sanjay Wandrekar,Atul Raninga & Shantanu Moitra
2010 Filmfare Awards
  • Best Film - Vidhu Vinod Chopra
  • Best Director - Rajkumar Hirani
  • Best Supporting Actor - Boman Irani
  • Best Dialogue - Raj Kumar Hirani and Vidhu Vinod Chopra
  • Best Story - Abhijat Joshi and Rajkumar Hirani
  • Best Screenplay - Rajkumar Hirani and Vidhu Vinod Chopra
2010 Max Stardust Awards
  • Readers Choice Awards for Star Of The Year (Female) - Kareena Kapoor
  • Readers Choice Awards for Best Film Of The Year - Drama - Rajkumar Hirani
2010 Star Screen Awards
  • Best Film - Rajkumar Hirani
  • Best Director - Rajkumar Hirani
  • Best Popular Actress - Kareena Kapoor
  • Best Villan - Boman Irani
  • Best Comedian - Omi Vaidya
  • Best Screenplay - Abhijat Joshi, Rajkumar Hirani, Vidhu Vinod Chopra
  • Best Dialogue - Abhijat Joshi, Rajkumar Hirani
  • Best Editing - Rajkumar Hirani
  • Best Choreography - Bosco-Caesar - Zoobi Doobi
  •  Most Promising Newcomer – Male - Omi Vaidya 

Buat teman-teman yang ngerasa mahasiswa, bagus nih nonton film ini.
Kuliah itu berjuang. Kita bisa belajar dari film ini. (untuk pembelajaran, tidak terkecuali saya)

Kamis, 21 Juli 2011

film Verbal BAGUS JUGA :)

Belum lama ini saya mempelajari gaya dari seorang sutradara dan penulis skenario asal Korea Selatan. sebenarnya saya memilih dia karena menyukai karya-karyanya. menonton sebuah karya orang lain dan kemudian merasa takjub, anda pasti akan tertarik untuk melihat karya-karya orang tersebut yang lainnya, dan lama-kelamaan anda dengan sendirinya akan mengetahui sifat-sifat dari setiap filmnya yang muncul secara bertaut dan berulang-ulang pada film-film karyanya. Sutradara yang saya pelajari gayanya secara tidak langsung tersebut bernama Kwak Jae Yong.

 Shot Dalam My Sassy Girl

Shot dalam Cyborg She

Shot dalam Windstruck

Part I (ini adalah salah satu gayanya didalam film komedi nya yang berjudul My Sassy Girl.
Kwak Jae Yong, sutradara dan penulis skenario kelahiran korsel 22 mei 1959, lulusan universitas kyunghee, jurusan Fisika. ia mencapai sukses pada film pertamanya yang berjudul Watercolor Painting in a Rainy Day tahun 1989. namun kegagalan dua film setelahnya membuat ia menganggur hingga 8 tahun. Kemudian kembali dengan film terlarisnya My Sassy Girl di tahun 2001. film ini dibuat versi Amerikanya tahun 2008 dengan judul yang sama. Ia dikenal sebagai sutradara dan penulis skenario yang menyukai tentang kisah cinta tanpa batas diterapkan dalam campuran dua genre.

terkadang beberapa orang menganggap remeh film romantis, karena dianggap mudah untuk persiapan artistik serta biaya dan juga tidak memiliki efek yang sulit. siapa bilang? film mengenai cinta bisa jadi rumit. hal tersebut dapat dibuktikan dengan film-film Kwak Jae Yong, seperti pada Windstruck, anda bisa lihat pembuatan filmnya di youtube, bagaimana tim artistiknya ternyata membangun kantor polisi disebuah dataran kosong diantara pertokoan, yang kelihatan nyata itu ternyata dari triplek-triplek kayu! (artistik hebat). atau ketika adegan mobil myung woo tenggelam disungai mereka harus membuat adegan disebuah kolam besar dan menenggelamkan mobilnya, dan ketika kyungjin menghadang sebuah mobil penjahat saat bertugas sebagai polisi, bagai mana mereka harus menledakkan sebuah mobil.
Begitu juga dengan film Cyborg She, banyak sekali efek yang digunakan terutama ketika menggambarkan gempa bumi jepang. silahkan Cek youtube untuk behind the scenes !

Part II
Sebenarnya saya baru menonton 7 film dari 14 film yang dia buat. karena sulit juga untuk mendapatkan filmnya, terutama film lamanya. film-film yang sudah saya tonton ketika menulis di blog ini adalah, My Sassy Girl, Windstruck, Daisy, All Mighty Princess, Ciborg She. My Girl and I, dan Classic. dari 7 film tersebut Daisy dan My Girl and I adalah karyanya sebagai seorang penulis skenario.

Saya menyimpulkan bahwa Kwak Jae Yong adalah Filmmaker dengan film verbal karena kebanyakan film-film buatannya terutama film-film yang disutradarai olehnya mengarah pada percakapan monolog. monolog dari tokoh protagonis utama. jadi filmnya seperti tokoh protagonis yang menceritakan kisah hidupnya. film-filmnya juga dapat dikatakan padat dan berisi, karena biasanya alurnya kuat. film-film yang disutradarainya biasanya genrenya selalu sama, yaitu komedi romantis. komedi yang diciptakannya lebih terlihat alami dan menarik. ia sepertinya senang membuat tension dengan cerita yang dimainkan dengan flashback. membiarkan penonton dengan suspennya dan kemudian satu-persatu deretan struktur dramatik terlihat sesuai waktu yang berjalan dalam film. konsep verbalnya ini ternyata sangat tepat dengan cerita yang ia ciptakan, karena kebanyakan filmnya memiliki waktu yang panjang dalam cerita, sehingga untuk memperpendek durasi film penjelasan monolog dari protagonis dibutuhkan. biasanya ia bercerita mengenai kehidupan tokoh protagonis dengan flashback ke tahun-tahun sebelumnya. namun dari adegan yang diciptakan, penonton tetap dibiarkan untuk menebak hal apa yang akan terjadi menurut visual dalam filmnya.

pada tahun 2001 ia kembali dengan film My Sassy Girl yang laris manis. film ini diremake oleh empat negara dan Amerika meremake filmnya secara keseluruhan cerita bahkan dengan judul yang sama. sebuah fakta menarik, dalam film My Sassy Girl seperti memiliki keterkaitan dengan ending Windstruck namun dalam My sassy Girl juga memiliki keterkaitan kesamaan keinginan dari tokoh protagonisnya dengan film Cyborg She, yaitu "bertemu seseorang dari masa depan.." (wajar ya.. orang penulis skenario dan sutradaranya sama..)

Film-Film Kwak Jae Yong
  • GYang uifei (2011) --> Sutradara
  • Cyborg Girl | Boku no kanojo wa saibogu (2008) --> Skenario dan Sutradara
  • My Mighty Princess (2007)  -->Skenario dan Sutradara
  • Windstruck | Nae yeojachingureul sogae habnida (2004) -->Skenario dan Sutradara
  • Daisy | (2006) -->Skenario
  • Classic | Keulraesik (2003) Skenario dan Sutradara
  • My Sassy Girl | Yeopgijeogin geunyeo (2001) -->Skenario dan Sutradara
  • A Sketch of a Rainy Day 2 | Bi Ohneun Nal Su Chaehwa 2 - Neutinamu Eondeok (1993)--> Skenario dan Sutradara
  • An Autumn Journey | Gaeul Yeonghaeng (1992) -->Skenario dan Sutradara
  • A Sketch of a Rainy Day | Bioneun Nalui Suchaehwa (1990) --> Skenario dan Sutradara
  • The Piano in a Factory | Gang de qin (2010) -->Produser
  • All About Women | Neui yan fau pui (2008) -->Skenario
  • The Romantic President | Piano chineun daetongryeong (2002)-->Skenario
  • Ark (2004) -->Cerita

dalam dunia pendidikan film, film-film yang verbal dianggap kurang tepat untuk mengenai sasaran tujuan film yaitu penyampain informasi lewat visual (bahkan jika anda belajar film, kalau perlu tidak ada dialog sama sekali dalam film anda, itu adalah untuk penilaian). karena awalnya film muncul tanpa suara. namun sekarang film juga merupakan bagian dari audiovisual. kenapa kita harus memungkiri Audio sebagai teman baik Visual? asal audio tidak mengalahkan visual (maksudnya jangan sampai kebanyakan omongan dari pada visual--> ya itu baru salah) walaupun Audio muncul belakangan melengkapi film, ia bagaikan pasangan yang melengkapi pasangan hidupnya dan membuat film semakin hidup. perdebatan ini sama seperti perdebatan kemunculan era digital pada fotografi, dimana dari sebagian fotografer tidak dapat menerima kemunculan teknologi digital yang sebenarnya semakin memudahkan manusia untuk mendokumentasikan diri dan semakin memudahkan fotografer dalam bekerja di zaman sekarang yang semuanya harus serba cepat. atau tidak diterimanya fotografi oleh para pelukis pada awal kemunculan fotografi.
Asal diSAJIAKAN dengan baik, dengan konsep yang tepat dan tentunya IDE yang hebat, film verbal mampu mengalahkan segalanya..

Untuk penggemar komedi romantis, tiga film yang adegannya saya snapshot merupakan tiga film Kwak Jae yong terbaik menurut saya. selamat menonton !

Kamis, 23 Juni 2011

Edward Scissorhands


Pada posternya yang lain bertuliskan, "The Story of an uncommonly gentle man"
pada situs Tim Burton ulasan cerita mengenai film ini tertulis dengan judul "The Story of Snow"

Sutradara            : Tim Burton
Produser             : Tim Burton, Danise Di Novi
Cerita                  : Tim Burton, Caroline Thompson
Bintang                : Jhonny Depp, Winona Ryder
Tanggal Rilis        : 7 desember 1990
Negara                : USA

Seorang pemuda berwajah pucat, berambut acak-acakan, dengan tangannya yang tajam seperti gunting-gunting pemotong tinggal disebuah castil tua yang dingin dan berdebu,.. apa nama filmnya ya? (selama ini saya tidak tahu judulnya...) pemuda tersebut merupakan manusia (lebih tepatnya robot) ciptaan seorang profesor tua yang meninggal terlebih dulu sebelum menyelesaikan tugas terakhirnya menyudahi sepasang tangan untuk pemuda itu. apa judul filmnya ya??
pemuda itu memotong tumbuhan dan pohon-pohon yang rimbun menjadi bentuk-bentuk yang kita kenal, ia mengubah rerimbunan itu menjadi sebuah karya seni! apa sih judul filmnya???
Profesor memberi hati pada manusia ciptaannya, hati pemuda tersebut adalah sebuah biskuit.
pemuda tersebut mengagumi seorang gadis, namun gadis tersebut melihatinya dengan pandangan aneh, tak perduli... APA JUDUL FILMNYAA??

Semua point itu saya ingat sejak pertama kali menonton film ini (waktu itu saya kira-kira duduk dikelas satu atau kelas dua SD), namun saya tidak mengetahui judulnya karena saya tidak pernah menonton dari awal film ini dimulai di tv (jadi, beberapa kali dalam beberapa tahun film itu ditayangkan di tv, saya selalu menonton film itu setelah credit title awal karena saya pulang sekolah sekitar jam 10.00 pagi, sampai dirumah kira-kira jam 10.30 sedangkan film-film layar lebar di stasiun tv yang biasa saya tonton ditayangkan sekitar jam 10.00 sampai 12.00 siang). tapi saya tidak pernah lupa point-point diatas mengenai film itu. karena film itu berhasil membuat identifikasi terhadap saya. mengingat film tersebut adalah sebuah film fantasi, sepertinya saya memang sedang dibawa bermimpi, ditambah lagi film tersebut tidak jelas identitasnya. tapi karena saya nontonnya dalam keadaan sadar sesadar-sadarnya jadi saya yakin bahwa itu film. bayangkan anak kecil seperti saya dapat mengingat hal-hal seperti itu sampai sekarang. (itu tandanya masa kecil membuat ingatan yang sangat kuat terhadap seorang manusia.terutama terhadap hal-hal yang dia anggap menarik, menyenangkan atau menyakitkan--->asseekk jarang saya punya kata-kata bijak haha). saya bertanya pada orang-orang di rumah, tapi mereka ternyata juga tidak memperhatikan apa judul film tersebut. ketika disekolah saya berfikir dan kemudian bercerita dengan teman dekat saya, namun sepertinya dia tidak menonton film tersebut. hingga berjalannya waktu membuat saya lupa untuk mempertanyakan apa judul film tersebut.

sekarang saya ingat lagi dengan film itu. saya mencari tahu di internet, namun saya tidak punya kata kunci. saya tidak tahu siapa pemainnya, tidak tahu siapa sutradaranya.. wah... lalu saya bertanya pada beberapa teman saya di kampus, namun sepertinya mereka belum nenonton film tersebut. lalu setelah menjelaskan sedikit potongan ceritannya bertanyalah saya pada seorang teman saya yang merupakan maniak film hollywood, lalu dia menjawab, "Edward scissorhands" kemudian berbinar-binarlah senyum diwajah saya (mungkin beberapa orang berfikir ini adalah sebuah penantian bodoh).

yaa.. judulnya "Edward scissorhands". kisah mengenai seorang manusia ciptaan profesor tua yang meninggal terlebih dahulu sebelum berhasil menyelesaikan ciptaannya dengan sempurna, sehingga si robot manusia hanya bisa tinggal didalam castil tua yang berdebu hingga ada seorang ibu-ibu sales yang kemudian membawanya pulang. kemudian pemuda bernama Edward ini mengenal dunia luar yang indah dan jatuh cinta pada anak perempuan si ibu-ibu sales yang bernama Kim. akan tetapi Kim ini sudah memiliki kekasih yang sempurna. ia juga memandang Edward dengan pandangan aneh karena tangan edward yang seperti pisau-pisau gunting dan terlihat mengerikan. namun pada akhirnya dan menjadi awal cerita, gadis ini mengingat dan mengenang Edward sebagai orang yang ia cintai dan kasihi sepanjang hidupnya.

Maaf sudah sepanjang ini... (agak curhat sedikit) mari kita ulas film ini

ketika film ini mulai, pada title film dan cast yang awalnya anda akan dihadapkan pada shot-shot yang seolah akan membawa anda pada sebuah tempat (point of view). shot-shot itu diambil oleh kamera dengan pergerakan-pergerakan untuk menunjukan apa yang sedang diperlihatkan oleh filmmaker namun shot tidak menjelaskan dengan pasti apa yang sedang ia perlihatkan. anda dihadapkan pada sebuah pintu, kemudian pintu tersebut terbuka, muncullah sebuah judul yang saya cari selama ini, diiringi musik yang sejak awal telah menemani shot-shot sebelumya yang terdengar sendu namun bersemangat (seolah menyimpan aksi) kamera kemudian muncul dari sebuah patung yang terlihat menyeramkan, melakukan track ke arah depan hingga penggambilan gambar pada patung diambil medium long shot. berjalan terus menyusuri tangga, mengajak anda keruangan selanjutnya, anda akan diperlihatkan sebuah mesin yang pada bagian didinngnya terdapat gunting yang diambil big close up. kemudian banyak muncul shot-shot yang menjelaskan mengenai mesin-mesin yang lainnya. melihat dibagian ini saya merasa bahwa musik berperan sekali dalam memberi jiwa pada pembukaan awal ini, musik yang mengisi shot-shot ini lebih terdengar sendu dan misterius, namun tidak mengerikan. jika musik tersebut diganti dengan musik yang mengerikan, maka pasti pengartian dalam shot ini menjadi thriller atau horror.

kemudian muncul mesin yang ditengahnya ada besi berbentuk huruf E, mungkin ada hubungannya dengan inisial dari Edward sebagai tokoh utama dari film ini. mesin-mesin yang lainnya jika diperhatikan seperti punya mata (interprestasinya orang yang sudah terkontaminasi film ini inisialnya SAYA haha). kemudian dari sebuah mesin, anda akan melihat beberapa biskuit yang berhamburan, shot selanjutnya adalah dua pasang tangan yang muncul dari skala yang besar kemudian menjauh, seolah akan lenyap. dengan trik yang hampir sama, namun melakukan rotasi pada shot tersebut, muncul sebuah wajah pria tua, dia adalah ayah Edward, alias profesor yang kemudian tak pernah terjaga. pembukaan ini ditutup dengan salju yang turun dengan indahnya.

jadi kita baru bicara pembukaan cast ya -_-' hehe.. selanjutnya editing dilakukan dengan seperti potongan dalam film-film yang sering kita jumpai, seperti begitu juga untuk pengambilan gambar dilakukan untuk mendukung cerita. mungkin ada beberapa diantaranya  seperti ketika Edward mengingat kata-kata profesor ketika ia melihat alat pembuka kaleng maka terlihat zoom kamera dan classical cutting. atau atau ketika Kim memeluk Edward, maka akan terlihat zoom kamera kearah wajah Edward untuk menangkap kedalaman fikiran edward.
Artistik pada film ini cukup diacungi jempol. terutama sentuhan-sentuhan artistik sangat terasa pada castil dan isinya. mereka mendisain dan menciptakannya sesuai kepentingan cerita, dan terlihat nyata. mulai dari suasana castil, properti yang terdapat didalamnya, tumbuh-tumbuhan yang digunting oleh Edward hingga membentuk berbagai macam binatang. sentuhan artistik juga terlihat di komplek perumahan didalam cerita. semua rumah terlihat dengan bentuk yang sama, namun dengan warna-warna yang berbeda disetiap rumahnya. begitu juga dengan mobil-mobilnya. menciptakan rasa pada penonton bahwa film ini benar-benar fantasi.

Beberapa kalimat yang menurut saya menarik dalam film ini, misalnya ketika adegan setelah Edward bertemu dengan Kim untuk pertama kalinya didalam kamar Kim, maka ayah Kim menenangkan Edward dan mengajaknya ke bar kecil dirumahnya. ia lalu memberi minuman limun kepada Edward, dan berkata:

"Apakah hal tersebut membuat anda gugup? anda telah berada dikastil itu terlalu lama. Anda tidak tahu dunia indah gadis remaja. mereka semua gila. Aku tidak tahu apa itu, mencapai usia tertentu mereka mengembangkan kelenjar-kelenjar tubuh mereka dan membengkak...buuss.. lalu mereka gila..."

Pada adegan ini kemudian Edward meminum limunnya. namun ia kemudian terlihat gemetaran dan tidak stabil, interprestasi saya mungkin karena ia robot, maka ia tidak bisa minum-minuman yang asam, atau ia tidak bisa minum limun karena hatinya yang terbuat dari biskuit.
sehingga keesokannya ketika Joice membuatkan Edward segelas limun dan menyodorkannya pada Edward,  Edward bertanya apa itu, dan Joice menjawab bahwa minuman itu adalah limun, mendengarnya kemudian Edward segera muntah sebagai tanda penolakannya.

Kalimat lain yang menarik dalam film ini adalah ketika adegan romantisnya, ketika Edward makan malam dengan keluarga Kim setelah beberapa hari sebelumnya ia ditahan dipenjara karena membantu Kim dan pacarnya Jim mencuri dirumah Jim, maka Edward dinasehati oleh ayah Kim yang tidak tahu dalang dibelakang pencurian tersebut. sementara Kim mulai merasa tidak nyaman dan tak enak hati karena ia Edward dimarahi oleh ayahnya. Edward diberikan pertannyaan ngenai etika. pertannyaannya adalah:

"ketika anda berjalan menuju pulang, anda menemukan sebuah koper penuh uang. tidak ada orang. tidak ada manusia, tidak ada bukti, apa yang akan anda lakukan?
A. Anda menyimpan uangnya
B. Anda mnggunakannya untuk membeli hadiah untuk teman-teman dan orang-orang yang anda cintai
C. Anda memberikannya pada orang miskin
D. Anda menyerahkannya ke polisi.
Kemudian Kim berkata, "ayah hal ini benar-benar bodoh..." ibunya menegur Kim, dan adik Kim berkata bahwa ia akan menyimpan uang tersebut.
kemudian Kim mulai mengalihkan pembicaraan, dan pada akhirnya pembicaraan kembali pada menunggu jawaban Edward.
Edward menjawab : "Memberikan pada orang-orang tercinta" (AAAAAAAAA SOO SWEET)
kemudian Kim melihati Edward dengan senyum simpul.

Semua adegan menarik di film ini, namun Adegan yang paling menarik dari film ini adalah ketika Edward membuat sebuah patung dari es, Kim melihat salju-salju berterbangan, ia kemudian keluar dari rumah dan melihat hal yang menakjubkan. ia melihat Edward memahat es dengan tangan guntingnya dan salju-salju berterbangan disekelilingnya. Kim mulai menari diantara salju-salju tersebut. ia menikmati detik-detik keromantisan itu. diiringi instrument manis dalam film ini penonton bisa terhanyut kedalam perasaan Kim saat itu. Edward memang tidak bisa menyentuh Kim dengan tangannya, namun ia telah mnyentuh Kim DENGAN HATINYA, DENGAN KREATIVITASNYA  !!   (AAAAAAAAA SOO SWEET)

Awalnya saya agak kaget saat melihat nama castnya. Jhonny Depp? OMG dia terlihat berbeda sekali dengan filmnya di Pirates of the Caribbean.  
Walaupun Jhonny Depp dimake up tebal dan pucat seperti patung dalam film ini, namun ia masih terlihat tampan. saya sungguh jatuh cinta pada Jhonny Depp di film fantasinya yang ini. Bagai mana anda setuju dengan pendapat saya?? setuju? setuju?? ok, setujuuuuuuuu.....

Sentilan kecil untuk Pembuat Sinetron















Ini adalah gambar-gambar yang digambar oleh orang-orang yang kecewa dengan sinetron yang ada di Negeri kita saat ini. mereka menggambarnya didinding pembatas dibelakang teater kecil di kawasan Taman Ismail Marzuki. mungkin serupa karikatur, maksudnya gambar ini untuk menyadarkan kita semua. tentang kondisi sintron ditanah air. sebenarnya saya sudah melihat gambar ini sejak lama, namun baru saja memotretnya. dan sebenarnya masih banyak gambar-gambar disepanjang dinding itu yang belum saya potret mengenai "sentilan" sinetron-sinetron kita saat ini (karena terlalu banyak jadi saya hanya memotret sebagian sampelnya).

Sebenarnya tidak hanya pada sinetron, kita juga patut menyesali film-film kita saat ini. sentilan seperti ini sebenarnya bukan hanya untuk generasi sekarang, tapi juga untuk generasi film dan tv kedepannya. mari kita perbaiki hal ini, perlahan tapi pasti, mulai dari diri sendiri (maksudnya mari sadar diri mari perbaiki, terutama produser-produser mari sadar semuanyaaa)

Jumat, 20 Mei 2011

Westernisasi dalam Film

Film itu cerminan dari filmmakernya (ya, maksudnya bukan berarti kalo filmmakernya bikin film psikopat berarti mereka psikopat juga)
maksudnya adalah apa yang dibuat oleh filmmaker berdasarkan pemahaman mereka mengenai suatu pemikiran yang mereka punya. kemungkinan ada keberpihakan filmmaker terhadap sesuatu yang diinterprestasikan didalam karyannya, misalnya mengenai ideologi, atau cara dan sudut pandang pemikiran. 

Setidaknya dari beberapa karya seseorang filmmaker anda sebagai penonton akan dapat menandai seorang sutradara dan krunya, terhadap karya-karya seperti apa yang akan ia buat kedepannya. (maksudnya mengingat karakteristik pada film-film mereka).

Nah, klaim seperti apa yang akan diberikan penonton kepada filmmakernya?
jika pada kasus dinegara kita banyak "Film horror tidak menakutkan namun menaikkan birahi" atau film-film dan sinetron senang menggunakan talent "berwajah bule" yang dianggap memiliki nilai tambah padahal penempatan wajah tersebut tidak sesuai dengan cerita (bertambah parah, terkadang tidak semua wajah bule yang yang mereka gunakan cantik/tampan alias--> asal dapat muka bule), atau memasukkan "dialog gak penting berbahasa asing" dan tidak sesuai dengan cerita cuma untuk memperlihatkan bukti bahwa sekarang kita berada di zaman yang modern. STOP !! hal seperti itu hanya akan merusak penonton yang memiliki tingkat pemahaman atau pendidikan rendah, mempengaruhi penonton dengan tingkat pemahaman menengah dan menimbulkan penilaian bahwa filmmaker tersebut "tidak cerdas" dari penonton yang memiliki tingkat pendidikan yang baik.
hal-hal seperti yang saya sebutkan diatas merupakan contoh-contoh westernisasi dalam film yang sering terjadi diperfilman tanah air. itu juga salah satu alasan mengapa "produk kita" sulit bersaing dengan "produk luar" dibioskop tanah air sendiri.

hal-hal seperti itu terjadi namun seperti kejadian yang berantai, terus terjadi dan kemudian terjadi lagi. seolah menjadi budaya, dari suatu awal pola fikir yang salah, atau ada suatu hal yang menggerakkan sehingga menjadi salah. padahal kesalahan itu fatal akibatnya. konsekuensinya mengubah pola fikir bangsa menjadi manusia yang lupa budaya, lupa ciri fisiknya, lupa darimana asalnya, lupa siapa dia.
faktanya film merupakan salah satu alat untuk mempengaruhi, itulah mengapa film sering dijadikan sebagai alat untuk propoganda dari oknum-oknum tertentu.

hal-hal yang perlu diselamatkan saat ini adalah budaya kita. jangan menginterprestasikan budaya dengan hal-hal yang dianggap kuno, misalnya film berbudaya harus identik dengan budaya suatu daerah, atau cerita mengenai orang miskin dari kampung. 
banyak cara untuk menonjolkan ciri kita dimata dunia. misalnya menyelipkan scene seorang pria kaya yang selalu makan dendeng balado, atau cerita mengenai seseorang yang rajin belajar hingga mengalahkan banyak orang dari negeri asing, atau scene dimana seoranga anak pergi ke kampus dengan terlebih dahulu menyalami tangan ayah ibunya, atau menampilkan tempat-tempat yang memiliki nilai sejarah yang tinggi mengenai budaya kita.


mengenai wajah aktris/aktor banyak sekali wajah cantik dan tampan indonesia yang kita miliki. misalnya dian sastro, revalina, ririn dwi, desy ratnasari, dan untuk aktor laki-lakinya ferry ardiansyah, kiki farel, dan masih ada segudang lagi yang belum kelihatan. jadi kenapa memilih muka bule tanpa alasan? (bukan berarti saya mendiskriminasi muka-muka artis bule tapi asal ditempatkan pada cerita dan keadaan yang cocok hasilnya pasti ok-ok saja).


Scene-scene panas. itu sudah jelas bukan budaya kita. jangan mengotori cerita dan membuat ceritannya beralih genre, gara-gara lebih banyak adegan panasnya ketimbang adegan intinya.
dan yang terpenting sebagai warga negara yang baik, salah seorang dari bagian bangsa yang beradat dan bermartabat, dan yang terutama sebagai filmmaker yang cerdas, jangan membuat film yang akan membuat penilaian buruk atau prejudice (prasangka) mengenai negara kita. malu kan kalau film-film seperti itu ditonton dan dinilai negara lain sebagai budaya kita? atau ketika mereka menonton film buatan kita, mereka tidak bisa mengenali film yang ditonton berasal dari negara mana, gara-gara talentnya mirip-mirip dengan mereka. wah, bahaya itu, namanya kita sudah kehilangan ciri-ciri, kehilangan jati diri, gara-gara menjadi follower budaya asing yang baik.

Minggu, 08 Mei 2011

Kamera Lubang Jarum/Kamera PinHole/Kamera Obscura


Sedikit ulasan mengenai sejarah Kamera Lubang Jarum/Kamera PinHole/Kamera Obscura

Kamera Obscura atau dikenal juga prinsip foto pertama kali ditemukan oleh Ibn Al-Haytham, ilmuan kelahiran Basra, Irak, dalam bukunya menyebut, Book of Optic, pemakaian lubang jarum dan lensa dalam dinding ruang gelap untuk memproyeksikan apa yang ada diluar ke dalam ruangan dengan gambar terbalik. Obscura sendiri dalam bahasa latin artinya ruang gelap. meski prinsip kamara telah ditemukan, namun hasilnya  tidak dapat dicetak seperti pada saat ini.

Perkembangan semakin berarti setelah Joseph Nicephore Niepce pada tahun 1814 mencoba mencetak pada sebuah lempengan pewter (logam lunak campuran) dengan bitumen semacam aspal. saat terkena cahaya bitumen akan mengeras, bagian yang tidak mengeras kemudian dilarutkan, bagian inilah yang kemudian menjadi cikal bakal foto. Ilmuan asal Prancis ini kemudian mengabadikan sebuah foto yang kabarnya sampai saat ini merupakan foto tertua didunia yang pernah diambil oleh manusia (Sumber foto: National Geographic Channel)


Joseph Nicephore Niepce, ia memotret foto ini pada tahun 1820

Nah?? apakah anda tertarik untuk membuat Kamera Lubang Jarum??
berikut ini adalah cara simpel untuk membuat KLJ dengan menggunakan kaleng rokok.

Alat-Alat:
1. Gunting
2. Bor/paku

Bahan-Bahan:
1. kaleng rokok lengkap dengan tutupnya
2. cat piloks hitam doff
3. kaleng minuman soda
4. amplas
5. jarum
6. lakban hitam

Cara pembuatan:
1. potonglah kaleng minuman soda tersebut kemudian gunting, ambil bagian datarnya kira-kira 3cm x 3cm
2. amplaslah bagian dua sisi potongan kaleng tersebut hingga memutih dan sangat halus, bahkan sampai potongan tersebut menipis, namun jangan sampai menimbulkan kebocoran pada sisi-sisinya karena terlalu tipis.
3. ambil kaleng rokok dan lubangi pada sisi tengahnya, anda bisa menggunakan paku, namun tingkat resiko bahwa kaleng akan remuk sangat tinggi oleh karena itu sebaiknya gunakan bor untuk melubangi tengah kaleng. 
4. ambil kaleng rokok dan cat lah bagian dalamnya, begitu pula dengan bagian dalam tutupnya. dengan cat piloks hitam doff
5. setelah cat dikaleng tersebut kering, mulailah membuat bagian pengaman anti cahaya untuk mengurangi resiko masuknya cahaya melalui tutup kaleng. caranya potong lakban dengan sebelumnya mengukur panjang sekeliling tutup kaleng, lipat dua dengan  menyisakan sedikit lemnya untuk di tempel pada tutup keleng. kemudian tempel lem tersebut pada sekeliling bagian atas kaleng, jangan lupa gunakan rasa anda agar tutup tetap bisa dengan baik menutup kaleng. hasilnya tutup kaleng akan terlihat panjang karena telah diberi pengaman anti cahaya dari lakban.
6. lubangi potongan kaleng yang telah di amplas dengan jarum tepat ditengahnya, jangan terlalu besar namun jangan terlalu kecil. kira-kira pas dengan tusukan jarum kecil. (terlalu besar akan menyebabkan foto anda selalu terbakar. dan terlalu kecil kabarnya dapat membuat foto anda semakin bagus dan tajam, namun kenyataannya ketika saya menggunakan lubang yang terlalu kecil, foto saya tidak pernah terbakar dengan sempurna. dikertas putih hanya terlihat bercak gambar saja) jika telah berhasil maka anda telah selesai mebuat bagian lensanya.

7.  tempellah lensa tersebut pada lubang kaleng. caranya dengan melakban sekeliling sisi pada lensa. posisi harus tepat, jangan sampai lubang diatas lensa tertutup oleh sudut dinding kaleng, sebab guna lubang pada lensa tadi berfungsi untuk menghantarkan cahaya masuk ke dalam ruangan kaleng.
8. buatlah shutternya, atau penutup lensa setelah anda selesai memotret. caranya masih menggunakan lakban hitam. buat sesimpel mungkin, dan tutup lubang tersebut.
9. langkah ke 9 ini boleh anda lakukan atau tidak, anda bisa menghiasi Kamera Lubang Jarum anda sesuai selera


Kamera Anda siap digunakan!!

cara penggunaan kamera ini, anda cukup meletakkan sebuah kertas foto didalamnya, namun peletakan foto harus dilakukan diruang gelap. pada ruangan gelap tidak boleh ada cahaya kecuali lampu merah itupun hanya dengan kapasitas 5watt. maksudnya agar kertas foto anda tidak terbakar terlebih dahulu. karena tidak dapat melihat kertas fotonya dengan baik, anda harus bisa membedakan bagian depan dan belakang pada kertas foto menggunakan indra peraba anda, sebab kita akan melukis dengan cahaya dibagian depan foto (yang permukaannya terasa halus dan terlihat berkilat).
setelah selesai meletakkan kertas foto, tutup dengan tutup kaleng. anda bisa keluar dari ruangan dan mulai memotret diluar ruangan. cara memotretpun membutuhkan kesabaran. arahkan kaleng berlensa (tempelan amplasan tersebut)  ke objek yang kita incar, kamera harus still, usahakan objek tidak bergerak agar dapat mengambil gambar tanpa hasil berbayang. buka shutternya selama 1-4 menit (tergantung besar lubangnya, makin besar lubang makin cepat waktu pembakaran) kemudian tutup kembali dengan shutter. bawa ke ruang gelap kemudian cuci.

diruang gelap saat anda melakukan pencucian foto, siapkan 4 wadah berisi
1. Developer
2. Stop Bath
3. Fixer
4. Air
masukkan foto ke dalam larutan-larutan tersebut secara urut, pada larutan Developer selama 2,5 menit, Stop Bath kurang lebih 1 menit, dan Fixer 2 menit. kemudian masukkan kedalam wadah berisi air untuk pencucian akhir. kemudian keringkan.
tahap yang paling menentukan sebenarnya berada pada tahap Developer, disana akan terjadi pembentukan gambar diatas kertas, namun jangan terlalu lama memasukkan foto ke dalam larutan ini karena akan menimbulakan bercak aneh atau warna agak kecoklatan yang muncul pada sisi-sisi foto.

Hasil-hasil foto yang saya dapat menggunakan KLJ saya:






Sabtu, 07 Mei 2011

Children Of Heaven

Sutradara            : Majid Majidi
Penulis Skenario : Majid Majidi
Negara               : Iran
Tahun produksi   : 1997
Bintang               : Amir Farrokh Hashemian (Ali)Bahare Seddiqi (Zahra)






Anda pernah nonton film ini? atau pernah membaca cerita film ini pada sebuah latihan soal bahasa inggris? jika anda pernah menonton dan membaca cerita ini dilatihan soal bahasa inggris, maka anda jangan takut untuk menjawab soal tersebut karena tidak mengerti bahasa inggris, namun karena telah menonton ceritannya anda akan bisa menjawab soal tersebut. hal itu terjadi pada saya, sewaktu Try Out bahasa inggris di SMA, soal yang keluar adalah deskripsi mengenai kisah Children Of Heaven ini yaitu perjuangan dan petualangan dua kakak adik karena sepasanga sepatu. terus terang saja saya tidak begitu tahu apa arti dari kata-kata sulit disana, namun ketika saya membacanya, saya tahu bahwa cerita tersebut merupakan film yang dulu pernah saya tonton di tv. sehingga saya dapat menjawab soal tersebut dengan baik.

Film ini mengisahkan tentang Ali, seorang anak laki-laki yang cerdas dan bertanggung jawab yang tanpa sengaja menghilangkan sepatu milik adiknya Zahra. mereka merupakan anak dari keluarga kalangan menengah ke bawah namun memiliki prinsip hidup yang kuat. dua kakak beradik yang kemudian berjuang untuk tetap menjalani hari-hari dan memutuskan untuk tidak melaporkan hal tersebut kepada orang tua mereka dengan alasan tidak ingin memberatkan beban orang tua dan berusaha untuk dapat bersekolah dengan baik walaupun kedua kakak beradik tersebut hanya menggunakan sepasang sepatu secara bergantian. disana terdapat petualangan anak-anak ini dimana mereka banyak mengalami masalah karena sepatu tersebut, kemudian rasa iba dari Ali dan Zahra yang muncul setelah mengetahui siapa pemilik sepatunya Zahra yang hilang, dan usaha mati-matian Ali yang mengikuti sebuah lomba lari jarak jauh tingkat anak-anak semata-mata mengincar juara III untuk mendapatkan hadiah sepatu dari perlombaan tersebut yang kemudian akan diberikan untuk adiknya, namun tanpa sengaja ia meraih juara satu dan berfoto dengan piala juara I nya dengan air mata di matanya.
untungnya yang melegakan adalah sebuah Shot yang menunjukan ketika hampir diending film, ayahnya menuju sepeda dan kemudian membawa sepedanya sehabis berbelanja kebutuhan hidup, di sepedanya terlihat dua sepatu baru tergantung diatas sepeda yang sepertinya diinterprestasikan bahwa sepatu-sepatu tersebut untuk dua anaknya, Ali dan Zahra dua anaknya yang membanggakan :)

jadi sekarang anda mengerti kan? mengapa film ini banyak ditemui disoal-soal yang akan dipelajari oleh pelajar? karena film ini dianggap sebagai film bermutu edukasi, memiliki tingkat pemahaman makna yang dalam mengenai moral manusia, sangat baik untuk mengajarkan anak-anak untuk menjadi manusia yang baik.

film ini masuk ke dalam nominasi Academy Award untuk Film Berbahasa Asing Terbaik, namun kalah dengan film Italia Life Is Beautiful oleh Roberto Benigni. Setelah film telah menjadi terkenal di seluruh dunia karena nominasi Oscar, hal itu ditunjukkan dalam beberapa tempat seperti Eropa, Amerika Selatan, dan negara-negara Asia antara tahun 1999 dan 2001. Film ini berhasil ditunjukkan dalam banyak festival film dan memenangkan penghargaan di Festival Film Fajr, World Film Festival, Newport International Film Festival, Warsaw International Film Festival, dan Singapore International Film Festival. Ia dinominasikan untuk Grand Jury Prize difestival American Film Institute.


FILM HEBAT KAN??

sewaktu saya kecil saya menonton film tersebut, mengingatnya sebagai film yang bermakna. kemudian saat ini, pada bulan ini saja saya telah menonton film tersebut sebanyak 3x. melihat dan menonton. saya melihat bagaimana film maker membuat shot-shot mereka menjadi potongan-potongan yang bercerita, namun saya tetap melibatkan perasaan saya didalam film untuk dapat menginterprestasikan cerita, menangkap kesimpulan apa yang harus diambil, hal apa dan ideologi apa yang menjadi sepaham dengan saya sehingga bisa saya terapkan juga dalam film-film yang mungkin nanti akan saya buat. kemudian menyimpulkannya sebagai daftar film pedoman saya.


saya menjadikan film ini sebagai salah satu pedoman dalam tolak ukur saya. dimana untuk menciptakan sebuah film bagus, anda tidak diharuskan untuk menciptakan cerita yang rumit dan sulit dimengerti. sebenarnya banyak tema bagus yang bisa diangkat dari hal yang kita lihat disekeliling kita.
anda tetap bisa menghasilkan film bagus tanpa mengeluarkan banyak biaya artistik yang besar asal memiliki ide yang tepat. anda tetap dapat menciptakan film bagus, dengan menonjolkan bagai mana ide yang terkesan simpel tersebut dapat dipandang bermakana tinggi. tidak terlepas juga dari ide sebagai ilham yang turun dari tuhan ke atas kepala kita, dan tentu saja semua itu tidak lapas dari teknik penyajian film yang baik.

film bagus karena dua hal, bobot ide pokok dan cara penyajian film.

"CINTA" (SINETRON)

Primus Yustisio, Desy Ratnasari, Atalarik Syah
produksi  INDIKA Entertainment tahun 1999
Sutradara           : Mauril Ara
Penulis skenario : Armantono
Editing                : Sentot Said
Kameraman       : Rei Supriadi
Diangkat dari Novel karangan Wira.W




(Wwwaaadduuuhhh -_-' saya baru sadar kalau nama dua dosen saya tertulis di atas poster Sinetron ini !! lihat nama penulis skenario dan editornya... ) Jika saya berpendapat dalam blog ini maka hal itu bukan berdasarkan karena mereka.


Sinetron CINTA, menurut saya adalah Sinetron INDONESIA yang paling bagus sepanjang sinetron yang pernah saya tonton. Sinetron ini saya tonton ketika umur saya 7th alias kelas II sekolah dasar. sebenarnya anak kecil seusia saya tidak boleh nonton Sinetron cinta-cintaan seperti ini, tapi ketika itu saya mengikuti Sinetron ini dari awal hingga akhir episod. dan saya sudah bisa mengatakan pada saat itu bahwa ini adalah SINETRON BAGUS. jika tertinggal satu episod maka saya akan sangat menyesalinya sama seperti ketika saya ketinggalan episod Jewel In The Palace (drama korea historis).


garis besar dari cerita SINETRON ini adalah Berkisahkan tentang seorang gadis yang merupakan mahasiswi kedokteran yang kemudian menjalin cinta dengan seorang pemuda, namun ternyata kakak si pemuda yang memiliki penyakit kelainan jantung, jatuh cinta pada si gadis. mereka harus menyembunyikan hubungan dan rasa cinta mereka, bahkan dipaksa untuk mengubur hubungan tersebut oleh ibu si pemuda, demi menyelamatkan nyawa anak tertuanya.
(rumit ya?)


Ada banyak Sinetron, namun tidak ada yang meninggalkan kesan mendalam seperti sinetron CINTA ini dihati saya. Bukan hanya ceritanya yang bagus, tetapi setting dan tempatnya terlihat nyata karena mungkin secara garis besar syuting dilakukan dilokasi (tidak berkesan ''Berpura-pura'' seperti sinetron-sinetron yang sekarang sering anda lihat di layar Tv, rumah sakit dibangun dadakan dan terlihat seperti triplek-triplek yang dipasang dengan tulisan RS, atau ruangan kantor yang kelihatan sekali bahwa itu adalah salah satu ruangan didalam rumah, jika ada setting maka settingnya terlihat cukup baik).

telent memainkan karakternya dengan sangat baik dan meyakinkan (tidak seperti sinetron-sinetron sekarang yang demi membayar murah aktor atau aktrisnya mereka menggunakan pendatang baru yang sebenarnya aktingnya tidak cukup meyakinkan, atau menggunakan aktris atau aktor dibawah umur untuk cerita yang seharusnya diperankan orang dewasa).
yang pasti talentnya menarik. menurut saya itu sangat penting dalam film/sinetron bercerita cinta.

editing juga terlihat baik. tidak ada potongan yang jumping. semua mengarahkan cerita, ekspresi pemain dan aksi dengan baik.
pengambilan gambarpun dilakukan dengan baik untuk mendapatkan kesan mendalam mengenai konflik serta aksi yang terjadi.
dan yang saya tekankan mengapa Sinetron ini tidak berakhir membosankan atau saya tinggalkan (sebagai penonton), karena sinetron ini episodnya berakhir ketika cerita telah usai. saya tidak ingat sinetron ini memiliki berapa episod namun seingat saya sinetron ini tayang tidak lebih dari tiga bulan (Sebenarnya episod yang normal agar masih bisa diikuti oleh penonton itu kurang dari 100 episod---kacamatasaya sebagaipenonton), rating sinetron ini pada saat itu pasti tinggi, namun mereka tidak mengacaukan cerita dengan memperpanjangnya hingga cerita menjadi tidak jelas seperti sinetron-sinetron yang sekarang sering kita lihat di layar kaca (yang kebanyakan cerita-ceritanya sudah tidak jelas lagi, yang dibuat sesuai permintaan produser-produser perusak ide kreatif yang berfikiran pendek tentang uang, bukan mengikuti keinginan penonton untuk mewujudkan rasa identifikasinya--> karena terlalu panjang penonton melupakan sinetron yang diperpanjang dan dibuat hingga 5000 episod... OMG).


Setelah Nonton Sinetron ini saya tidak pernah nonton Sinetron lain lagi hingga akhir episod. karena malas, sinetron-sinetron sekarang bagus idenya aja, tapi awal-awal juga kadang sudah ada yang mengecawakan (dari segi artistik, score, atau cerita), belum lagi scoring yang dipake salalu sama dengan sinetron-sinetron yang dibuat dirumah produksi yang sama, jadi cuma soundtrack pembukaannya aja yang beda, ujung-ujungnya episod lebih dari 10 season, dari segi penyajian dan mengeksplor gambar, kurang terlihat dengan alasan kejar tayang dsb... tapi hal ini tidak dapat disesali, mungkin hal seperti itu juga banyak disebabkan dengan keadaan.

pertannyaannya bagaimana kita sebagai filmmaker bisa mengubah pola fikir si PEMEGANG DANA untuk tidak egois merusak ide kreatif kita??? itu adalah hal yang sampai saat ini tidak bisa terjawab sacara nyata. karena pola fikir produser di Indonesia--> produksi pada sinetron yang ratingnya sedang tinggi adalah No.1 selebihnya kesampingkan saja....