karena berawal dari SELERA (jadi kontennya kita bahas dari apa yang dulu, 'sekarang juga' sering saya tonton).
saya adalah penggemar drama korea sejak kelas satu SMP sekitar tahun 2004an. (sebelumnya saya adalah penggemar drama china, telenovela).
Jadi dulu sebelum punya modem, kalo lagi main ke warnet, saya sering mencari tahu mengenai ost drama yang saya tonton di tv, lalu pada akhirnya pencarian itu akan memabawa saya pada musik-musik mereka yang lainnya yang lebih berbau pop, tapi pada saat itu saya tidak begitu mengetahui tren pop hip-hop karena pada saat itu tren pop hip hop dikorea juga sangat-sangat nge-tren baru dimulai sepertinya pada tahun 2004/2005an.
pada beberapa tahun sebelum tahun 2000 hingga 2005an, sepertinya korsel suka bikin video clip dengan konsep bercerita, . .
karena bercerita mereka suka memulai durasi minimal beberapa detik dari sebelum musik dimainkan, satu video clip mereka bisa berdurasi dari 5 sampai dengan 12 menit untuk satu lagu. beberapa waktu yang lalu bahkan saya melihat sejenis video clip bercerita dari seorang stars korsel yang diisi dari beberapa lagunya hingga mencapai durasi 30 menit, tapi mungkin ini dimaksudkan untuk program tv atau promosi mereka.
Apa yang tertangkap ketika saya menonton dari videoclip-videoclip itu?
hal pertama yang saya bisa saya lihat jelas sebelum masuk sekolah film, adalah IDE nya. ada aspek naratif didalamnya! bagaimana didalam video clip saja saya bisa melihat film pendek untuk menikmati musik yang sebenarnya hal utama yang ingin disajikan.
buat saya ini menjadi menarik, belum lagi cerita dalam video clip tersebut sangat menarik sesuai dengan tema lagu.
video clip berIde cerita..... menarik bukan? (menarik ya kan ya kan ya kan??), sungguh menarik, terutama untuk konsep musik-musik pop yang biasanya nuansanya labih kepada drama.
yang kedua ini terasa dan terpikirkan setelah saya sekolah (kuliah maksudnya) disekolah film adalah pergantian gambarnya, bagaimana sebuah gambar bisa berganti dengan cepat dalam waktu sepersekian detik. cepat dan tidak terasa.
maka element yang terasa didalam videoclip tersebut ada empat, yaitu:
ada banyaknya shot (berhubungan dengan banyaknya materi yang diambil sutradara),
seberapa banyak shot yang dipersiapkan sutradara bersama antek-anteknya untuk suatu scene berdasarkan konsep sebelumnya.
ada tempo cepat didalam perpindahan shot,
cara paling mudah mendeteksi rytme dalam sebuat scene terkonsep, adalah dengan melihat banyak pergantian gambar yang terasa cepat. (lambat bukan berarti tidak ada rytme, kalo ga ada rytme logikanya cuma ada 1 shot dong) hanya saja ketika shot itu dengan cepat berganti, konstan maupun tidak, maka rytme dari suatu scene ini sudah dapat dirasakan, (ini adalah cara termudah mengetahuinya, tidak perlu anak film yang mendeteksinya, orang awam juga tau, kalo ada tempo cepat---> (yang mengartikan rytme) didalam pergantian gambarnya)
Nah, rytme yang terasa cepat hingga tidak hanya pada suatu keadaan, kadang kala tujuannya hanya sekedar memberi variasi agar mata penonton tidak merasa bosan pada suatu angle walaupun musik berjalan lambat, kadang kala percepatan tempo pergantian gamabar juga dikarenakan hal yang sudah dikonsep karena tempo musik juga terasa cepat, kadang kala juga alasannya dikarenakan mempunyai tujuan untuk memperpendek waktu sesungguhnya (didasarkan pula pada konsep dan materi yang sudah ada).
ada setting yang Indah
ada banyak shot tidak membuat mereka sembarangan membuat video clip. hal itu tetap terasa ketika anda melihat shot mereka yang secara grafis terlihat indah. entah itu terlihat dari setting, pencahayaan, tata kostum, ataupun komposisi, maupun warna semuanya mendukung keindahan grafisnya.
yang ketiga adalah cerita panjang yang disajikan dalam waktu beberapa menit.
bagi penulis, sangat sulit untuk memperpendek cerita yang panjang ke dalam durasi yang ditentukan hanya dalam waktu beberapa menit. namun sepertinya menjadi sedikit lebih mudah untuk video clip. sering kali cerita dalam video clip, yang digambarkan terjadi dalam beberapa bulan namun dikisahkan dalam 6 menit dalam video clip. ternyata hal seperti ini selain digamabarkan dengan hanya beberapa scene dan shot penting, juga sangat tertolong dengan musik. video clip tidak mengharuskan dialog atau sound efek untuk selalu terdengar, karena hal terpenting didalam video clip adalah musiknya. selama gambar yang tertera mendukung drama kata-kata dalam lagunya, maka hal itu dianggap sah oleh penonton.
video clip seharusnya memiliki lipsing didalamnya. namun ada beberapa video clip bercerita yang tidak ada lipsingnya. bahkan terkadang tidak ada figur penyanyinya.
Beberapa contoh video clip
tanpa lipsing
Gimana? sedih yaa? hehe
lalu saya akhirnya mencoba melihat video clip dari beberapa negara lain.
ada lagu yang bagus namun video clipnya terasa biasa.
mungkin beberapa orang menganggap hal tersebut sepele yang penting lagunya bagus. namun pengertian seperti itu sangat disayangkan menurut saya, kerena salah satu yang membuat menarik untuk (seseorang memulai mendengarkan, mengikuti, maupun melihat suatu konten) pendengar sendiri terkang adalah sebuah visual.
kita hidup dijaman digital dimana semua sudah serba Audiovisual.
mungkin hal ini terdengar miris untuk para pemusik, karena sebuah lagu tidak selalu dinilai dari musiknya murni. tapi itulah yang terjadi didunia industri dimana segala sesuatu diproduksi untuk dijual.
sebagai contoh, kita tidak bisa meletakkan sebuah materi secara murni. kita tidak bisa menjual mahal sepotong cake hanya dengan potongan cake tersebut tanpa apa pernak-pernik seperti coklat, atau buah cerry diatasnya.
saya pernah tertarik pada sebuah lagu karena visualnya. gara-gara melihat visualnya yang terlihat seru dan menghibur, saya jadi senang memutar musiknya.
setidaknya dari pendapat saya ini, sisi positifnya adalah, pemusik juga harus memikirkan video clip mereka bagaimana video clip tersebut bisa membuat lagunya semakin disukai.
nah, ketika hip hop korea telah populer, saya menjadi peminatnya. lalu saya menonton benyak video clip mereka, dan hasilnya pendapat saya tidak jauh berbeda dari sebelumnya, hanya saja ada sedikit tambahan yang berbeda karena konsep yang berbeda, namun tidak jauh berbeda dari sebelumnya, banyak dari mereka yang menyisipkan cerita didalam video clipnya untuk lagu melow, namun banyak juga yang 100% tidak ada ceritanya, videoclip hanya dikarakter oleh setting, latar yang biasanya di studio, kostume, pencahayaan, dan dance.
contoh video clip yang semakin menarik karena visual
Contoh videoclip yang Tidak Ada Ceritanyaaa
tapi ngomong-ngomong video clip ini memang makan banyak biaya kayaknya. dan mereka memang "niat" buat bikin kejutan.
Lihat juga kilas pembuatannya
Pada akhirnya untuk pembelajaran pun saya tetap melihat video clip pada lagu yang saya suka (aduuh.. selera-seleraaa sulit terlepas dari sana). namun konteksnya tidak dari korea lagi.
nah lagu ini juga populer ketika saya SMP, dan mirisnya saya belum pernah lihat video clipnya. lalu akhirnya saya mencoba untuk melihatnya, pada akhirnya saya terkagum kembali. videoclip tersebut merupakan video clip dari t.a.T.u penyanyi asal Rusia yang berjudul All about us. terdapat tiga versi yang ada di youtube.
segera kita ulas di Belajar Dari Video Clip (Part2)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar