| Sutradara : | Steve Bendelack | |
|---|---|---|
| Produser : | Peter Bennet-Jones Tim Bevan Eric Fellner Rowan Atkinson | |
| Skenario : | Hamish McColl Robin Driscoll | |
| Cerita : | Simon McBurney | |
| Starring : | Rowan Atkinson Emma de Caunes Max Baldry Willem Dafoe Jean Rochefort Karel Roden | |
| Sinematograf i : | Braz Irvine | |
Editing :
Release : |
| |
ide cerita dari Mr. Bean's Holiday "perjuangan akan membuahkan hasil yang baik" film ini adalah sesimpel judulnya. tidak memiliki kesan yang tersembunyi. namun karena pelakunya adalah Mr.Bean, maka orang-orang akan segera mengerti perjalanan ini pasti akan menjadi sebuah petualangan yang rumit.proses pencapaian klimaks tersebut yang tidak sesimpel judulnya. dari proses perjalanan tersebut banyak orang yang akan ia temui, dan mewarnai perjalanannya menuju pantai riviera di perancis selatan.
menonton Mr. Bean, saya yakin semua orang akan mengetahui ending ceritanya, karena Mr.Bean adalah salah satu icon "komedi" dan dia bukan seorang tokoh tragedi.
seperti yang kita tahu image yang ditampilkan oleh Mr.Bean sejak kemunculan pertamannya di tv adalah sebuah karakter yang sangat kuat dengan ciri-ciri tersendirinya (karakter yang selalu tidak banyak bicara namun bertingkah laku aneh). Keanehan Mr. Bean ini adalah semua sumber cerita.
jika sebuah Ending telah diketahui atau dapat dipastikan oleh penonton, maka sebaiknya adegan-adegan saat proses menuju klimaks adalah adegan-adegan yang sangat manarik dan mewarnai cerita karena pada cerita-cerita seperti itu proses adalah yang terpenting.
ada jenis cerita yang ketika anda kehilangan beberapa adegan dipertengahan cerita membuat anda tidak bisa mengerti hingga akhir, bahkan ending film.
ada juga cerita yang ketika anda kehilangan beberapa adegan, tetap membuat anda bisa melanjutkan keadegan selanjutnya hingga mencapai akhir.
tipe yang pertama sudah pasti merupakan tipe yang mengaharuskan penonton untuk mengikuti cerita sejak awal film ditayangkan hingga akhir film (maksa abis)
sedangkan tipe yang kedua adalah tipe film yang bisa membuat penonton jenuh, jadi pada tipe film kedua ini proses HARUS dibuat menjadi sangat penting.
sebagai ilustrasi,
anda akan meninggalkan ruang teater bioskop untuk beberapa saat, misalnya karena ke kamar kecil, berarti ada beberapa adegan yang akan anda lewatkan.
untuk tipe pertama ketika anda menonton film ke bioskop,
film pertama ini biasanya seperti film-film action, atau drama. contohnya film Next. jika anda melewatkan 1 adegan saja dalam film ini maka anda bisa saja tidak mengerti dengan adegan selanjutnya atau bahkan mungkin akhir ceritannya. kemudian akan ada pertanyaan "emangnya tokohnya (protagonis) tadi kenapa?"
(sayang sekali jika anda mengeluarkan uang ke bioskop adalah untuk bertanya)
untuk tipe ke dua, contohnya adalah film Mr. Bean's Holiday. jika anda meninggalkan beberapa adegan dari film ini maka anda tetap bisa mengetahui akhir ceritannya, namunnnnn......, sebenarnya anda telah melewatkan hal terpenting dalam film tersebut karena, bagian-bagian paling menghibur terletak pada pertengahan film tersebut.
jadi sebenarnya kedua tipe tersebut dibuat agar anda tetap menyaksikan film dari awal hingga akhir film dengan cara yang berbeda.
film ini merupakan salah satu contoh film modern yang benar-benar menjadikan visual sebagai media utama dalam penyampaian cerita. jadi suara memang hanya sebagai pelengkap memperindah saja,
ketika menonton film ini kembali beberapa bulan yang lalu, saya menontonnya tanpa subtitle. betul-betul hanya melihat gambarnya, dan ternyata saya mengerti alur ceritanya.
Tanya kenapa??
karena film ini merupakan film yang berbicara melalui bahasa tubuh, mimik wajah, dan gerakan subjek atau objek yang terjadi didalam adegan.
dengan kata lain minim dialog, tapi tidak berarti minim musik dan sound effect.
musik bahkan banyak mendukung dalam film ini. hampir disetiap adegan penting ada musik.
memberi emosi, dan membangkitkan suasana. misalnya adegan pada saat Bean meminta seorang pria untuk mengambil videonya dalam perjalanan sebelum menaiki kereta, pria itu ketinggalan kereta kerena Bean. maka pria tersebut mengejar kereta dan melihat ke arah anaknya yang berada didalam kereta.
lihat visual, dan dengarkan musiknya, tempo yang cepat sesuai dengan kecepatan ayah tersebut berlari. menciptakan suasana ketegangan, awalnya Mr. Bean menganggap permasalahan ketinggalan kereta itu adalah hal yang sepele.ketika Mr. Bean mengetahui bahwa seorang anak meneriaki pria itu dengan sebutan "papahh !!!" maka Mr. Bean mulai memberi ekspresi kaget, bahwa ia telah melakukan sebuah kesalahan yang lebih besar. scene itu juga bisa dikatakan contoh dimensi ritme internal (dimensi editing->dimensi ritmis) karena ada gerak subjek, dan sedikit gerak kamera. namun yang paling terasa adalah tempo musik yang sejalan dengan adegan.
sebagai pengantar, saya ingin menjelaskan terlebih dahulu untuk sebuah tolak ukur film bisa dikatakan bagus. Film itu memang dibentuk oleh dua aspek, yaitu aspek naratif dan aspek sinematik. namun sebuah konsep film yang baik untuk sebuah cerita, belum tentu baik untuk jenis cerita yang lain. ilmu film tidak seperti ilmu matematika yang 1+1=2. Artinya kita tidak bisa mendevinisikan film itu bagus atau jelek karena film tersebut tidak menonjolkan-->(kata ini bukan berarti tidak ada) semua unsur-unsur pembentuk film. jadi kalo kata dosen saya itu "tergantung konsepnya seperti apa".
namun biasanya untuk film dokumenter dan fiksi, hal yang biasa ditonjolkan adalah:
1. aspek naratif didalamnya
ex: ada pula film yang unsur naratifnya adalah kekuatan utamanya contohnya film Children of heaven, Spring, Summer, Fall, Winter... and Spring, Hachi: A dog's tale dll
2. menonjolkan aspek naratif dan sinematiknya.
ex: ada film yang bisa menonjolkan semua unsur pembentuk film. dengan kata lain film itu menarik dicerita dan menonjol diteknis--> baik itu artistik, visual efect, special efect, pergerakan kamera, gaya editing, kreatif penciptaan suara dll. contohnya film Resident Evil 1-4, Twilight, My wife is gangster 3, dll
dan pada film eksperimental:
1. anda bisa menonjolkan aspek sinematik, atau
2. aspek naratif dan sinematiknya (tapi biasanya aspek naratif tidak jelas atau sulit dimengerti)
jadi apa maksud penjelasan diatas? yaaakk kita masuk penjelasan lagi,
Sebuah konsep film itu ditentukan berdasarkan tujuan yang tergambar dari ide film tersebut.
bisa kita golongkan berdasarkan genrenya (penglihatan secara umum).
ex : pada konsep film action yang biasanya bertempo cepat, seharusnya mempengaruhi editing dan pergerakan kamera. oleh karena itu biasanya pada film-film action lebih banyak mempelihatkan teknis. namun kenapa terjadinya aksi? sebaiknya ada cerita didalamnya (selama itu bukan film eksperimental).
nah, hal yang terjadi pada film action tidak bisa diterapkan pada film-film yang bergenre Drama (yang banget-banget ya). karena film drama itu biasanya adalah film yang lebih berdasarkan dengan ekspresi dan pemikiran. sehingga temponya lambat. pergerakan kamera dan editingnya juga mengikuti tempo yang lambat. sehingga biasanya lebih santai dan teknisnya tidak begitu terlihat seperti difilm Action.
jadi apa kebutuhan film anda? semuanya kembalikan pada kebutuhan film anda (<--untuk kalimat ini dosen saya yang bilang)
yah, sudah sepanjang ini ngolor-kidul....
jadi maksudnya apa?!
hmmm....
Film Mr. Bean Holiday ini tidak begitu menonjol pada teknis, lebih kuat pada Aspek Naratif :)
Film itu adalah sebuah karya seni. lahir dari kekreativan kita.
membuat orang lain terhibur, senang, takjub, pada karya anda itu tandanya adalah sebuah keberhasilan bagi pembuatnya (kalimat ini sudah sangat menjelaskan bahwa saya tidak beraliran eksperimental -_-')
ketika hal itu dirasakan oleh penikmatnya bagus, maka kita sebagai penikmatnya akan melihatnya seperti seseorang yang sedang jatuh cinta. menikmati kemudian merasa senang, tanpa syarat.
mungkin saat membuatnya pun kita membuatnya tanpa syarat. namun dari kekreativan tersebut, sungguh tidak ada ruginya anda mengetahui banyak teori. kurang lebihnya itu akan mempermudah anda dilapangan. walaupun definisinya tidak harus serumit saat UTS/UAS, tapi dengan mengingat apa yang kita pelajari setidaknya kita sudah bisa menerka hal-hal dilapangan apa yang mungkin belum pernah kita lakukan.
(kalimat ini terilhami dari pengalaman dan statement orang lain)
menurut saya, tokoh terbaik yang pernah diperankan Rowan Atkinson adalah Mr. Bean. meskipun kabarnya Rowan tidak mau lagi untuk memerankan tokoh Mr. Bean, namun setelah menonton film terbarunya yang lain dan lebih verbal dibandingkan dengan filmnya di Mr. Bean Holiday, saya bertambah yakin bahwa Rowan malah menjadi tidak lucu ketika ia banyak diberi dialog, ia justru lebih baik tidak bicara dan melakukan berbagai aksi yang aneh.




