Kamis, 21 Juli 2011

film Verbal BAGUS JUGA :)

Belum lama ini saya mempelajari gaya dari seorang sutradara dan penulis skenario asal Korea Selatan. sebenarnya saya memilih dia karena menyukai karya-karyanya. menonton sebuah karya orang lain dan kemudian merasa takjub, anda pasti akan tertarik untuk melihat karya-karya orang tersebut yang lainnya, dan lama-kelamaan anda dengan sendirinya akan mengetahui sifat-sifat dari setiap filmnya yang muncul secara bertaut dan berulang-ulang pada film-film karyanya. Sutradara yang saya pelajari gayanya secara tidak langsung tersebut bernama Kwak Jae Yong.

 Shot Dalam My Sassy Girl

Shot dalam Cyborg She

Shot dalam Windstruck

Part I (ini adalah salah satu gayanya didalam film komedi nya yang berjudul My Sassy Girl.
Kwak Jae Yong, sutradara dan penulis skenario kelahiran korsel 22 mei 1959, lulusan universitas kyunghee, jurusan Fisika. ia mencapai sukses pada film pertamanya yang berjudul Watercolor Painting in a Rainy Day tahun 1989. namun kegagalan dua film setelahnya membuat ia menganggur hingga 8 tahun. Kemudian kembali dengan film terlarisnya My Sassy Girl di tahun 2001. film ini dibuat versi Amerikanya tahun 2008 dengan judul yang sama. Ia dikenal sebagai sutradara dan penulis skenario yang menyukai tentang kisah cinta tanpa batas diterapkan dalam campuran dua genre.

terkadang beberapa orang menganggap remeh film romantis, karena dianggap mudah untuk persiapan artistik serta biaya dan juga tidak memiliki efek yang sulit. siapa bilang? film mengenai cinta bisa jadi rumit. hal tersebut dapat dibuktikan dengan film-film Kwak Jae Yong, seperti pada Windstruck, anda bisa lihat pembuatan filmnya di youtube, bagaimana tim artistiknya ternyata membangun kantor polisi disebuah dataran kosong diantara pertokoan, yang kelihatan nyata itu ternyata dari triplek-triplek kayu! (artistik hebat). atau ketika adegan mobil myung woo tenggelam disungai mereka harus membuat adegan disebuah kolam besar dan menenggelamkan mobilnya, dan ketika kyungjin menghadang sebuah mobil penjahat saat bertugas sebagai polisi, bagai mana mereka harus menledakkan sebuah mobil.
Begitu juga dengan film Cyborg She, banyak sekali efek yang digunakan terutama ketika menggambarkan gempa bumi jepang. silahkan Cek youtube untuk behind the scenes !

Part II
Sebenarnya saya baru menonton 7 film dari 14 film yang dia buat. karena sulit juga untuk mendapatkan filmnya, terutama film lamanya. film-film yang sudah saya tonton ketika menulis di blog ini adalah, My Sassy Girl, Windstruck, Daisy, All Mighty Princess, Ciborg She. My Girl and I, dan Classic. dari 7 film tersebut Daisy dan My Girl and I adalah karyanya sebagai seorang penulis skenario.

Saya menyimpulkan bahwa Kwak Jae Yong adalah Filmmaker dengan film verbal karena kebanyakan film-film buatannya terutama film-film yang disutradarai olehnya mengarah pada percakapan monolog. monolog dari tokoh protagonis utama. jadi filmnya seperti tokoh protagonis yang menceritakan kisah hidupnya. film-filmnya juga dapat dikatakan padat dan berisi, karena biasanya alurnya kuat. film-film yang disutradarainya biasanya genrenya selalu sama, yaitu komedi romantis. komedi yang diciptakannya lebih terlihat alami dan menarik. ia sepertinya senang membuat tension dengan cerita yang dimainkan dengan flashback. membiarkan penonton dengan suspennya dan kemudian satu-persatu deretan struktur dramatik terlihat sesuai waktu yang berjalan dalam film. konsep verbalnya ini ternyata sangat tepat dengan cerita yang ia ciptakan, karena kebanyakan filmnya memiliki waktu yang panjang dalam cerita, sehingga untuk memperpendek durasi film penjelasan monolog dari protagonis dibutuhkan. biasanya ia bercerita mengenai kehidupan tokoh protagonis dengan flashback ke tahun-tahun sebelumnya. namun dari adegan yang diciptakan, penonton tetap dibiarkan untuk menebak hal apa yang akan terjadi menurut visual dalam filmnya.

pada tahun 2001 ia kembali dengan film My Sassy Girl yang laris manis. film ini diremake oleh empat negara dan Amerika meremake filmnya secara keseluruhan cerita bahkan dengan judul yang sama. sebuah fakta menarik, dalam film My Sassy Girl seperti memiliki keterkaitan dengan ending Windstruck namun dalam My sassy Girl juga memiliki keterkaitan kesamaan keinginan dari tokoh protagonisnya dengan film Cyborg She, yaitu "bertemu seseorang dari masa depan.." (wajar ya.. orang penulis skenario dan sutradaranya sama..)

Film-Film Kwak Jae Yong
  • GYang uifei (2011) --> Sutradara
  • Cyborg Girl | Boku no kanojo wa saibogu (2008) --> Skenario dan Sutradara
  • My Mighty Princess (2007)  -->Skenario dan Sutradara
  • Windstruck | Nae yeojachingureul sogae habnida (2004) -->Skenario dan Sutradara
  • Daisy | (2006) -->Skenario
  • Classic | Keulraesik (2003) Skenario dan Sutradara
  • My Sassy Girl | Yeopgijeogin geunyeo (2001) -->Skenario dan Sutradara
  • A Sketch of a Rainy Day 2 | Bi Ohneun Nal Su Chaehwa 2 - Neutinamu Eondeok (1993)--> Skenario dan Sutradara
  • An Autumn Journey | Gaeul Yeonghaeng (1992) -->Skenario dan Sutradara
  • A Sketch of a Rainy Day | Bioneun Nalui Suchaehwa (1990) --> Skenario dan Sutradara
  • The Piano in a Factory | Gang de qin (2010) -->Produser
  • All About Women | Neui yan fau pui (2008) -->Skenario
  • The Romantic President | Piano chineun daetongryeong (2002)-->Skenario
  • Ark (2004) -->Cerita

dalam dunia pendidikan film, film-film yang verbal dianggap kurang tepat untuk mengenai sasaran tujuan film yaitu penyampain informasi lewat visual (bahkan jika anda belajar film, kalau perlu tidak ada dialog sama sekali dalam film anda, itu adalah untuk penilaian). karena awalnya film muncul tanpa suara. namun sekarang film juga merupakan bagian dari audiovisual. kenapa kita harus memungkiri Audio sebagai teman baik Visual? asal audio tidak mengalahkan visual (maksudnya jangan sampai kebanyakan omongan dari pada visual--> ya itu baru salah) walaupun Audio muncul belakangan melengkapi film, ia bagaikan pasangan yang melengkapi pasangan hidupnya dan membuat film semakin hidup. perdebatan ini sama seperti perdebatan kemunculan era digital pada fotografi, dimana dari sebagian fotografer tidak dapat menerima kemunculan teknologi digital yang sebenarnya semakin memudahkan manusia untuk mendokumentasikan diri dan semakin memudahkan fotografer dalam bekerja di zaman sekarang yang semuanya harus serba cepat. atau tidak diterimanya fotografi oleh para pelukis pada awal kemunculan fotografi.
Asal diSAJIAKAN dengan baik, dengan konsep yang tepat dan tentunya IDE yang hebat, film verbal mampu mengalahkan segalanya..

Untuk penggemar komedi romantis, tiga film yang adegannya saya snapshot merupakan tiga film Kwak Jae yong terbaik menurut saya. selamat menonton !