"Jangan mengejar kesuksesan, tapi kejarlah kesempurnaan, maka kesuksesan akan menghampirimu"
"semuanya adil dalam cinta dan perang"
"All izz well"
Sutradara : Rajkumar Hirani
Skenario : Abhijat Joshi, Rajkumar Hirani, Vidhu Vinod Chopra
Produser : Vidhu Vinod Chopra
Editing : Ranjeet Bahadur, Rajkumar Hirani
Kameraman : C. K. Muraleedharan
Bintang : Aamir Khan, Kareena Kapoor, R. Madhavan, Sharman Joshi, Boman Irani,
Omi Vaidya
Adaptasi dari : Five Point Someone – What not to do at IIT! by, Chetan Bhagat
Tanggal rilis : 25 Desember 2009
Keempat kalimat itu adalah kalimat yang kemudian menjadi ingatan yang melekat bagi penggemar film 3 IDIOTS.membaca kalimat tersebut maka anda akan tahu bahwa film ini memiliki pesan yang dalam. Pesan dalam film? yeah... film ini punya banyak pesan terutama mengenai pendidikan, mulai dari pengajaran sampai pengarahan pendidikan itu sendiri. jarang kan nonton film India tapi cerita intinya berbau diluar cinta?
tapi mari kita ulas dulu teknis film ini secara garis besarnya.
seperti yang kita tahu, india terkenal dengan pencetak film tertinggi dengan pertahunnya hampir mencapai 1000 film. sangat produktif... tapi dari kenyataan tersebut diketahui juga bahwa bahan baku yang mereka pakai biasanya adalah Digital (digital? itu mengikuti kemajuan teknologi loh..). tapi jangan meragukan kalo India bikin film.. mereka bisa membayar bintangnya dengan harga yang sangat mahal,.. ckckck...
Begitu juga dalam film 3 Idiots, ga bisa mastiin juga dia pake bahan baku apa, tapi kayaknya digital (liat dari warna ya). terus editing aman, penggambilan gambar juga terkomposisi dengan baik.
Sebelum kita lanjut, mari kita kenali tokoh protagonisnya dulu:
Ada tiga tokoh protagonis didalam film ini
Ranchoddas "Rancho" Shamaldas Chanchad / Phunsukh Wangdu.
dia adalah tokoh protagonis yang sangat dicintai oleh teman-temannya. sebagai seorang sahabat dari tiga sahabat ini, dia telah banyak mendorong teman-temannya untuk berani malakukan perubahan dalam hidup mereka. dia adalah orang yang sangat cerdas. tapi tidak pernah sombong dengan kecerdasannya. peduli terhadap teman-temannya, konyol namun dia benar-benar sangat logis tidak hanya dalam berfikir juga bertindak. dan seperti tujuan didalam cerita ini, dia adalah orang yang sangat menentang sistem pembelajaran menghapal secara text book, diktator, dan tanpa toleransi. <-- I LOVE RANCHO (pokoknya dia ini pemeran utamanya).
Farhan Qureshi
dia adalah si narator dalam film ini. dia yang akan membawa kita pada kisah yang terjadi pada mereka dalam film ini. dia tidak bercita-cita sebagai insinyur, namun orang tuanya memaksanya agar ia bisa membanggakan keluarga, menaikkan derajat keluargannya untuk lulus dan bekerja sebagai seorang insinyur. padahal dia adalah seorang pemuda yang sangat hobby dengan dunia fotografi. dia takut untuk menentang ayahnya.
Raju Rastogi
dia adalah seorang pemuda cerdas yang dihantui rasa ketakutan untuk menaikkan tingkat pendapatan keluarga. Ayahnya hanyalah seorang pensiunan tukang pos yang hanya bisa terbaring setelah diserang struk. ibunya pensiunan guru, dan kakak perempuannya telah dewasa dan belum juga menikah. karena hal itu ia selalu menyembah dewa dan tidak lupa berdoa. ia memakai banyak cincin ditangannya yang mempunyai banyak permintaan lewat cincin itu. cincin untuk ayah sembuh, cincin untuk lulus ujian, cincin untuk kakak menikah dan lain-lain. namun ternyata karena rasa ketakutan itu ia malah tidak bisa menjadi yang terbaik. ia selalu melakukan kesalahan sehingga ia menjadi peringkat ke dua dari bawah dikampusnya, setelah Farhan.
(tokoh Raju sangat mengidentifikasi saya, Raju punya kendala takut terhadap masa depan sehingga ia selalu berdoa, bedanya dengan saya, saya adalah manusia yang sangat cepat gugup. jika sudah gugup maka semua akan kacau, ngelantur, dan kondisi yang lebih buruk, isi kepala saya semuannya akan hilang. -_-' mamaaaaaaaaaaa tolong toloongg).
Kisah mereka dimulai dari pertemuan mereka belajar disebuah perguruan tinggi ICE-->Imperial Collage of Engineering. pada pertemuan pertama eksposisi karakter telah terlihat pada tokoh-tokoh penting dalam film ini, sepeti aksi dari farhan ketika melihat anak-anak anjing kecil dan induknya, ia tertarik untuk memotretnya. kemudian ketika Farhan memasuki kamarnya, ia bertemu dengan Raju yang sedang berdoa. juga kemunculan Rancho yang tiba-tiba dimalam hari saat sedang terjadinya Ospek di sekitar asrama. ia mempraktekkan ilmu pengetahuan alam kelas 2 SD untuk memberi pelajaran pada seniornya. dalam Ospek tersebut telah muncul juga Chatur yang tidak bisa berbahasa india dengan baik karena dia lahir di uganda dan lama di polychery. semua adegan itu adalah adegan perkenalan yang menarik. dan bisa di katakan juga sebagai penanaman informasi dalam film ini. Ada satu lagi perkenalan tokoh antagonis yang menarik buat saya, yaitu perkenalan Dr. Viru Sahastrabuddhe. perkenalannya benar-benar di kemas secara komedi. tapi anda akan tetap melihat keangkuhan dari Dr. Viru yang dijuluki Virus komputer ini (jadi teringat masa SMA nih.. semua guru dikasih julukan haha).Alur cerita dari film ini maju mundur. nonton aja filmnya, biar tahu sendiri. hehe..
masuk ke shot,
India adalah salah satu Negara penghasil film yang senang mengeskspos tempat-tempat indah, hal itu di tampilkan lagi dalam film ini. Beberapa shot dalam adegan pembukaan cast awal film mereka, di ambil Extream long shot dari jalan perbukitan dan hutan-hutan India yang indah dengan menggunakan helikopter. saat itu adegan mulai mengarahkan pada pencarian Rancho sebagai pemeran utama. kamera mengikuti perjalanan sebuah mobil, kita bisa lihat indahnya alam India dari adegan tersebut. nah, anda akan mendengar musik yang sendu dari adegan tersebut. penonton sudah mulai bisa menebak, bahwa sebenarnya orang yang dicari oleh ketiga aktor yang muncul diawal cerita ini bukan sekedar orang biasa, melainkan seseorang yang betul-betul sedang ditunggu dan dirindukan teman-temannya.
pada scene awal ada pengambilan gambar seperti frame dalam frame (variasi shot, ok juga).
diawal film saat tiga aktor berkumpul diatas sebuah menara dalam kawasan ICE, dari saat mereka menaiki tangga menara ada banyak pergerakan kamera.
yang saya ingat ada sebuah shot saat Chatur bicara dengan Raju dan farhan diatas menara, shot saat itu adalah LS dengan posisi raju dan farhan dikiri frame, sedangkan chatur dikanan frame. farhan lalu melemparkan botol minumannya sambil bicara, saat itu masih dalam shot yang sama, kamera melakukan track in ke belakang tubuh chatur sehingga tipe shot berubah menjadi OTS.
Ada juga sebuah shot, dari shot ke empat pembukaan cast film, shot tersebut diambil dari halikopter seperti sebuah POV (point of view) yang mengajak penonton mencari tokoh utama. shot tersebut cuma mengambil pemandangan dari hutan menuju jalan, namun ketika kamera telah mendekati jalan, seolah kejadian tersebut terjadi tanpa kesengajaan, mobil mereka masuk ke dalam frame melintas ke arah depan dengan cepat. padahal semua yang berada dalam film fiksi itu diatur oleh filmmaker. terutama dalam hal seperti ini, ini sudah pasti screen direction. sudah pasti direncanakan oleh sutradara.
shot-shot seperti ini akan menjadi penilaian teknis untuk filmmaker, kalo dilihat munculnya cuma beberapa detik, tidak ada unsur penyampaian yang begitu dalam, tapi baik untuk variasi shot. biasanya shot-shot seperti ini juga yang dianggap ga ada apa-apanya sama penonton. tapi penting buat sutradara bikin hal-hal begini dan ini cukup gila budget. kalo saat pengambilan gambar tersebut, mobil tidak masuk secara pas kedalam frame. ini berarti ngulang lagi donggg... berarti harus mengambil waktu dan uang tambahan untuk penyewaan helikopter.
dalam pembukaan cast banyak POV dan, VLS, ELS, mungkin menyesuaikan juga sama konsep skenario, dan lagu pembukaan tersebut, yang isi liriknya intinya adalah mencari pemeran utama.
Kemudian setelah itu kita akan diajak untuk masuk ke dalam cerita, melalui beberapa shot sekilas kehidupan sebelumnya dan diikuti narasi dari salah satu tokoh protagonis.
Pada saat lagu Zoobi doobi, ada banyak efek yang digunakan. ada satu perpindahan scene yang menurut saya kreatif, walaupun kelihatan biasa, yang saya ingat adalah ketika Rancho berpura-pura menjadi pembawa acara di tv, dia menjelaskan mengenai cuaca yang akan terkena hujan. hal tersebut mungkin mengguanakan bluescreen atau greenscreen, tapi ternyata mereka menjadikannya sebagai perpindahan shot ke scene selanjutnya ke studio yang seolah sebuah tempat yang sedang turun hujan. sesuai konsep dalam film, atau konsep yang dirancang dalam skenario, dibaca oleh sutradara, shot seperti ini pasti sudah dikonsep, kemudian dilakukan dalam editing.
dari segi artistik? biasanya india habis-habisan.
dalam film ini Artistik terlihat megah, tidak mudah untuk set up artistik dari kampus mereka (saya fikir ada beberapa yang benar-benar menggunakan ruangan kampus dan ada juga yang di set up seperti ruang kerja Virus, dan beberapa tempat lain), juga set up untuk rumah Raju, walaupun setiap dirumah raju hanya diperlihatkan satu ruangan. set up pesta pernikahan kakak Pia, set up untuk beberapa adegan dalam lagu Aal Izz Well dan Zoobi doobi, juga set up sekolah yang dibagun oleh Rancho.
mereka juga memperhatikan make up dengan baik, seperti make up untuk usia saat duduk dibangku kuliah juga setelah bekerja. (hal kecil lainnya juga terlihat perbedaan make up Pia saat tidur dengan setelah tidur).
Ada satu properti yang digunakan dibeberapa scene dalam film ini, yaitu bayi yang baru lahir. Saya sangat yakin itu adalah boneka, namun properti itu dibuat dengan sangat baik. boneka itu seolah-oleh benar-benar bayi. kulitnya terlihat lembut seperti karet/silikon dan sangat rentan, bentuk dan postur, serta rambutnya pun persis bayi. hanya saja ketika terlalu lama di ambil gambarnya akan terlihat juga bahwa itu adalah boneka. karena tidak bergerak, dan tangannya pun terkadang terlihat menggantung seperti boneka. namun bisa dikatakan ok lah... ckckck..
Di awal film anda akan banyak tertawa karena film ini. namun masuk ke pertengahan anda sebagai penonton akan merasakan identifikasi yang kuat terhadap Rancho sebagai mahasiswa. perasaan anda mulai dipermainkan ketika persahabatan diantara mereka mulai terjalin erat. pada saat itu anda akan dibawa pada keadaan didalam kampus ICE yang benar-benar dramatis dikarenakan sistem diktator yang diterapkan dari Virus komputer. dipertengahan cerita juga diselipkan kisah cinta yang manis antara Rancho dan Pia, anak dari rektor ICE alias anak dari Virus komputer. lanjut berikutnya anda anda akan dikejutkan dengan kenyataan mengenai kehidupan Rancho yang sebenarnya diluar dugaan dari teman-temannya. dan dengan penanaman informasi sebelumnya, anda akan dikejutkan lagi diakhir cerita.
banyak pesan mendalam dalam film ini, sebenarnya tidak hanya untuk para orang tua, dosen, dan mahasiswa/i saja, tapi juga untuk pemerintah dalam memperbaharui sistem pendidikan.
hahaha... pokoknya pertama kali saya nonton film ini saya langsung bilang "GILA INI FILM!!" sambil ketawa penasaran.
Seperi kebanyakan film india, walaupun ini adalah film komedi, unsur dramanya juga cukup terasa. apalagi india sering membuat film dengan tujuan untuk membangkitkan semangat hidup masyarakatnya, biasanya untuk masyarakatnya yang banyak hidup dibawah garis kemiskinan, walaupun terkadang terkesan sebuah dongeng (<--ga mungkin maksudnya). Nah, bedanya film ini lebih terfokus untuk membangkitkan semangat mahasiswa dalam menuntut ilmu. hmm, unsur cinta disini hanya sebagai pelengkap "memperindah". saya pikir film-film seperti ini cukup menginspirasi (<--Saya bilang menginspirasi ya. bukan menjiplak. ingat jangan plagiat!) buat kita, apalagi diindonesia kan sekarang lagi marak dengan film yang isinya dengan tokoh yang memperjuangkan hidupnya, dimana isinya sangat berpendidikan, serius, tapi mungkin kurang "kena" dalam mengidentifikasi.
seperti dalam film ini ceritannya lebih mengarah pada realita anak kampus. dan itu kebanyakan benar, tanpa ditutup-tutupi keburukan protagonisnya, (ex: saat rancho dan farhan mencuri soal ujian khusus yang dibuat Virus untuk raju, atau saat mereka mendatangi rumah Virus dimalam hari). sesuai juga dengan konsep cerita. begitu juga dengan realita mengenai dosen, bahwa sebenarnya "dosen juga manusia" (ex: karena kesal Virus membuat soal ujian khusus untuk raju).
saya pribadi pernah punya Sahabat seperti Rancho waktu duduk dibangku SMA.
cerdas, logis, tidak pernah ada pandangan iri, jika terkadang saya lebih baik darinya, dia berbesar hati menerima, tidak pernah merasa angkuh ketika dia lebih baik dari saya, begitu juga saya terhadap dia, dan saya akui kami saling memanfaatkan sebagai orang yang saling mempercayai. dia tidak pernah takut atau menyembunyikan sesuatu yang akan membawa keberhasilan pada saya ataupun begitu juga saya kepada dirinya. sulit untuk bertemu manusia seperti itu lagi. sahabat luar biasaaa. I MISS U MF.
Ada scene yang saya suka dan menurut saya unik, mungkin juga sebagai pemberian eksposisi karakter kepada Raju, setiap ada adegan yang berhubungan dengan rumah Raju, maka tiba-tiba gambar dari shot-shot tersebut akan berubah menjadi hitam putih, di iringi dengan narasi dari farhan, bahwa datang ke rumah Raju mengingatkan mereka pada film hitam putih tahun 50an (narasi penjelas ini pada scene pertama saat kerumah Raju).
filmmaker punya tujuan memberi kesan memprihatinkan untuk keadaan dirumah Raju, dan mungkin filmmakernya juga mau memberi kesan komedinya disana. dan menurut saya itu "kena!" hehehe...
Saya pribadi sebenarnya lebih suka film yang menghibur dan berkesan (menghibur dalam artian tidak harus lucu, bisa menegangkan, atau menyedihkan, dan saya akan selalu teringat dengan film yang punya arti kehidupan di balik pesan filmnya.
(sama seperti orang lagi jatuh cinta--> menghibur membuat saya tertarik, berkesan membuat saya selalu ingat) ciiee.
Dan yang saya heran ada ya manusia seperti Rajkumar Hirani.
dia merangkap tiga pekerjaan dalam film ini, sebagai Sutradara, Penulis skenario, dan Editor.
rakus, tapi ini gila yang ok. hasilnya memuaskan.
dia ikut memikirkan skenarionya, berarti secara tidak langsung beliau ini sudah memikirkan editingnya. masuk ke lapangan ia langsung menyutradarainya, berarti semua pemikiran saat ia mengkhayal atau saat ia merangkai film didalam fikirannya, sudah ia berusaha terapkan saat membuat shot demi shot bersama kameraman.
kemudian lagi-lagi dia ikut dalam mengakhiri imajinasi kreatifnya dimeja editing.
(perfect seperti ini sangat memuaskan jika hasilnya perfect juga, tapi kalo hasilnya biasa aja, mungkin bisa membuat orang-orang disekitarnya jadi risih juga, maka dari itu seorang sutradara itu harus berfikir panjang sekali sebelum dia mencampuri sesuatu, walaupun dia punya wewenang untuk itu). tapi Rajkumar Hirani bisa membuktikan bahwa dia berhasil. itu tandanya dia orang yang kreatif.
Film ini juga banyak menuai kritik positif dari kritikus Film di India, seperti Subhash K. Jha, Nikhat Kamzi, Kaveere Bamzai dan beberpa kritikus India lainnya.
Award
57th National Film Awards
- Best Popular Film Providing Wholesome Entertainment - 3 Idiots
- Best Audiography - Anup Dev
- Best Lyrics - Swanand Kirkire - Behti Hawa Sa Tha Wo
- Best Film - 3 Idiots
- Best Direction - Rajkumar Hirani
- Best Story - Abhijat Joshi, Rajkumar Hirani and Vidhu Vinod Chopra
- Best Supporting Actor - Sharman Joshi
- Best Actress - Kareena Kapoor
- Best Actor in a negative role - Boman Irani
- Best Lyricist - Swanand Kirkire
- Best Singer Male - Shaan - Behti Hawa Sa Tha Wo
- Best Cinematography - C. K. Muraleedharan, ISC
- Best Screenplay - Abhijat Joshi, Rajkumar Hirani & Vidhu Vinod Chopra
- Best Dialogue - Rajkumar Hirani & Abhijat Joshi
- Best Editing - Rajkumar Hirani
- Best Sound Recording - Bishwadeep Chatterjee & Nihal Ranjan Samal
- Best Song Recording - Bishwadeep Chatterjee & Sachin K Sanghvi
- Best Sound Re-Recording - Anup Dev
- Best Background Score - Sanjay Wandrekar,Atul Raninga & Shantanu Moitra
- Best Film - Vidhu Vinod Chopra
- Best Director - Rajkumar Hirani
- Best Supporting Actor - Boman Irani
- Best Dialogue - Raj Kumar Hirani and Vidhu Vinod Chopra
- Best Story - Abhijat Joshi and Rajkumar Hirani
- Best Screenplay - Rajkumar Hirani and Vidhu Vinod Chopra
- Readers Choice Awards for Star Of The Year (Female) - Kareena Kapoor
- Readers Choice Awards for Best Film Of The Year - Drama - Rajkumar Hirani
- Best Film - Rajkumar Hirani
- Best Director - Rajkumar Hirani
- Best Popular Actress - Kareena Kapoor
- Best Villan - Boman Irani
- Best Comedian - Omi Vaidya
- Best Screenplay - Abhijat Joshi, Rajkumar Hirani, Vidhu Vinod Chopra
- Best Dialogue - Abhijat Joshi, Rajkumar Hirani
- Best Editing - Rajkumar Hirani
- Best Choreography - Bosco-Caesar - Zoobi Doobi
- Most Promising Newcomer – Male - Omi Vaidya
Buat teman-teman yang ngerasa mahasiswa, bagus nih nonton film ini.
Kuliah itu berjuang. Kita bisa belajar dari film ini. (untuk pembelajaran, tidak terkecuali saya)






Tidak ada komentar:
Posting Komentar