Jumat, 20 Mei 2011

Westernisasi dalam Film

Film itu cerminan dari filmmakernya (ya, maksudnya bukan berarti kalo filmmakernya bikin film psikopat berarti mereka psikopat juga)
maksudnya adalah apa yang dibuat oleh filmmaker berdasarkan pemahaman mereka mengenai suatu pemikiran yang mereka punya. kemungkinan ada keberpihakan filmmaker terhadap sesuatu yang diinterprestasikan didalam karyannya, misalnya mengenai ideologi, atau cara dan sudut pandang pemikiran. 

Setidaknya dari beberapa karya seseorang filmmaker anda sebagai penonton akan dapat menandai seorang sutradara dan krunya, terhadap karya-karya seperti apa yang akan ia buat kedepannya. (maksudnya mengingat karakteristik pada film-film mereka).

Nah, klaim seperti apa yang akan diberikan penonton kepada filmmakernya?
jika pada kasus dinegara kita banyak "Film horror tidak menakutkan namun menaikkan birahi" atau film-film dan sinetron senang menggunakan talent "berwajah bule" yang dianggap memiliki nilai tambah padahal penempatan wajah tersebut tidak sesuai dengan cerita (bertambah parah, terkadang tidak semua wajah bule yang yang mereka gunakan cantik/tampan alias--> asal dapat muka bule), atau memasukkan "dialog gak penting berbahasa asing" dan tidak sesuai dengan cerita cuma untuk memperlihatkan bukti bahwa sekarang kita berada di zaman yang modern. STOP !! hal seperti itu hanya akan merusak penonton yang memiliki tingkat pemahaman atau pendidikan rendah, mempengaruhi penonton dengan tingkat pemahaman menengah dan menimbulkan penilaian bahwa filmmaker tersebut "tidak cerdas" dari penonton yang memiliki tingkat pendidikan yang baik.
hal-hal seperti yang saya sebutkan diatas merupakan contoh-contoh westernisasi dalam film yang sering terjadi diperfilman tanah air. itu juga salah satu alasan mengapa "produk kita" sulit bersaing dengan "produk luar" dibioskop tanah air sendiri.

hal-hal seperti itu terjadi namun seperti kejadian yang berantai, terus terjadi dan kemudian terjadi lagi. seolah menjadi budaya, dari suatu awal pola fikir yang salah, atau ada suatu hal yang menggerakkan sehingga menjadi salah. padahal kesalahan itu fatal akibatnya. konsekuensinya mengubah pola fikir bangsa menjadi manusia yang lupa budaya, lupa ciri fisiknya, lupa darimana asalnya, lupa siapa dia.
faktanya film merupakan salah satu alat untuk mempengaruhi, itulah mengapa film sering dijadikan sebagai alat untuk propoganda dari oknum-oknum tertentu.

hal-hal yang perlu diselamatkan saat ini adalah budaya kita. jangan menginterprestasikan budaya dengan hal-hal yang dianggap kuno, misalnya film berbudaya harus identik dengan budaya suatu daerah, atau cerita mengenai orang miskin dari kampung. 
banyak cara untuk menonjolkan ciri kita dimata dunia. misalnya menyelipkan scene seorang pria kaya yang selalu makan dendeng balado, atau cerita mengenai seseorang yang rajin belajar hingga mengalahkan banyak orang dari negeri asing, atau scene dimana seoranga anak pergi ke kampus dengan terlebih dahulu menyalami tangan ayah ibunya, atau menampilkan tempat-tempat yang memiliki nilai sejarah yang tinggi mengenai budaya kita.


mengenai wajah aktris/aktor banyak sekali wajah cantik dan tampan indonesia yang kita miliki. misalnya dian sastro, revalina, ririn dwi, desy ratnasari, dan untuk aktor laki-lakinya ferry ardiansyah, kiki farel, dan masih ada segudang lagi yang belum kelihatan. jadi kenapa memilih muka bule tanpa alasan? (bukan berarti saya mendiskriminasi muka-muka artis bule tapi asal ditempatkan pada cerita dan keadaan yang cocok hasilnya pasti ok-ok saja).


Scene-scene panas. itu sudah jelas bukan budaya kita. jangan mengotori cerita dan membuat ceritannya beralih genre, gara-gara lebih banyak adegan panasnya ketimbang adegan intinya.
dan yang terpenting sebagai warga negara yang baik, salah seorang dari bagian bangsa yang beradat dan bermartabat, dan yang terutama sebagai filmmaker yang cerdas, jangan membuat film yang akan membuat penilaian buruk atau prejudice (prasangka) mengenai negara kita. malu kan kalau film-film seperti itu ditonton dan dinilai negara lain sebagai budaya kita? atau ketika mereka menonton film buatan kita, mereka tidak bisa mengenali film yang ditonton berasal dari negara mana, gara-gara talentnya mirip-mirip dengan mereka. wah, bahaya itu, namanya kita sudah kehilangan ciri-ciri, kehilangan jati diri, gara-gara menjadi follower budaya asing yang baik.

Minggu, 08 Mei 2011

Kamera Lubang Jarum/Kamera PinHole/Kamera Obscura


Sedikit ulasan mengenai sejarah Kamera Lubang Jarum/Kamera PinHole/Kamera Obscura

Kamera Obscura atau dikenal juga prinsip foto pertama kali ditemukan oleh Ibn Al-Haytham, ilmuan kelahiran Basra, Irak, dalam bukunya menyebut, Book of Optic, pemakaian lubang jarum dan lensa dalam dinding ruang gelap untuk memproyeksikan apa yang ada diluar ke dalam ruangan dengan gambar terbalik. Obscura sendiri dalam bahasa latin artinya ruang gelap. meski prinsip kamara telah ditemukan, namun hasilnya  tidak dapat dicetak seperti pada saat ini.

Perkembangan semakin berarti setelah Joseph Nicephore Niepce pada tahun 1814 mencoba mencetak pada sebuah lempengan pewter (logam lunak campuran) dengan bitumen semacam aspal. saat terkena cahaya bitumen akan mengeras, bagian yang tidak mengeras kemudian dilarutkan, bagian inilah yang kemudian menjadi cikal bakal foto. Ilmuan asal Prancis ini kemudian mengabadikan sebuah foto yang kabarnya sampai saat ini merupakan foto tertua didunia yang pernah diambil oleh manusia (Sumber foto: National Geographic Channel)


Joseph Nicephore Niepce, ia memotret foto ini pada tahun 1820

Nah?? apakah anda tertarik untuk membuat Kamera Lubang Jarum??
berikut ini adalah cara simpel untuk membuat KLJ dengan menggunakan kaleng rokok.

Alat-Alat:
1. Gunting
2. Bor/paku

Bahan-Bahan:
1. kaleng rokok lengkap dengan tutupnya
2. cat piloks hitam doff
3. kaleng minuman soda
4. amplas
5. jarum
6. lakban hitam

Cara pembuatan:
1. potonglah kaleng minuman soda tersebut kemudian gunting, ambil bagian datarnya kira-kira 3cm x 3cm
2. amplaslah bagian dua sisi potongan kaleng tersebut hingga memutih dan sangat halus, bahkan sampai potongan tersebut menipis, namun jangan sampai menimbulkan kebocoran pada sisi-sisinya karena terlalu tipis.
3. ambil kaleng rokok dan lubangi pada sisi tengahnya, anda bisa menggunakan paku, namun tingkat resiko bahwa kaleng akan remuk sangat tinggi oleh karena itu sebaiknya gunakan bor untuk melubangi tengah kaleng. 
4. ambil kaleng rokok dan cat lah bagian dalamnya, begitu pula dengan bagian dalam tutupnya. dengan cat piloks hitam doff
5. setelah cat dikaleng tersebut kering, mulailah membuat bagian pengaman anti cahaya untuk mengurangi resiko masuknya cahaya melalui tutup kaleng. caranya potong lakban dengan sebelumnya mengukur panjang sekeliling tutup kaleng, lipat dua dengan  menyisakan sedikit lemnya untuk di tempel pada tutup keleng. kemudian tempel lem tersebut pada sekeliling bagian atas kaleng, jangan lupa gunakan rasa anda agar tutup tetap bisa dengan baik menutup kaleng. hasilnya tutup kaleng akan terlihat panjang karena telah diberi pengaman anti cahaya dari lakban.
6. lubangi potongan kaleng yang telah di amplas dengan jarum tepat ditengahnya, jangan terlalu besar namun jangan terlalu kecil. kira-kira pas dengan tusukan jarum kecil. (terlalu besar akan menyebabkan foto anda selalu terbakar. dan terlalu kecil kabarnya dapat membuat foto anda semakin bagus dan tajam, namun kenyataannya ketika saya menggunakan lubang yang terlalu kecil, foto saya tidak pernah terbakar dengan sempurna. dikertas putih hanya terlihat bercak gambar saja) jika telah berhasil maka anda telah selesai mebuat bagian lensanya.

7.  tempellah lensa tersebut pada lubang kaleng. caranya dengan melakban sekeliling sisi pada lensa. posisi harus tepat, jangan sampai lubang diatas lensa tertutup oleh sudut dinding kaleng, sebab guna lubang pada lensa tadi berfungsi untuk menghantarkan cahaya masuk ke dalam ruangan kaleng.
8. buatlah shutternya, atau penutup lensa setelah anda selesai memotret. caranya masih menggunakan lakban hitam. buat sesimpel mungkin, dan tutup lubang tersebut.
9. langkah ke 9 ini boleh anda lakukan atau tidak, anda bisa menghiasi Kamera Lubang Jarum anda sesuai selera


Kamera Anda siap digunakan!!

cara penggunaan kamera ini, anda cukup meletakkan sebuah kertas foto didalamnya, namun peletakan foto harus dilakukan diruang gelap. pada ruangan gelap tidak boleh ada cahaya kecuali lampu merah itupun hanya dengan kapasitas 5watt. maksudnya agar kertas foto anda tidak terbakar terlebih dahulu. karena tidak dapat melihat kertas fotonya dengan baik, anda harus bisa membedakan bagian depan dan belakang pada kertas foto menggunakan indra peraba anda, sebab kita akan melukis dengan cahaya dibagian depan foto (yang permukaannya terasa halus dan terlihat berkilat).
setelah selesai meletakkan kertas foto, tutup dengan tutup kaleng. anda bisa keluar dari ruangan dan mulai memotret diluar ruangan. cara memotretpun membutuhkan kesabaran. arahkan kaleng berlensa (tempelan amplasan tersebut)  ke objek yang kita incar, kamera harus still, usahakan objek tidak bergerak agar dapat mengambil gambar tanpa hasil berbayang. buka shutternya selama 1-4 menit (tergantung besar lubangnya, makin besar lubang makin cepat waktu pembakaran) kemudian tutup kembali dengan shutter. bawa ke ruang gelap kemudian cuci.

diruang gelap saat anda melakukan pencucian foto, siapkan 4 wadah berisi
1. Developer
2. Stop Bath
3. Fixer
4. Air
masukkan foto ke dalam larutan-larutan tersebut secara urut, pada larutan Developer selama 2,5 menit, Stop Bath kurang lebih 1 menit, dan Fixer 2 menit. kemudian masukkan kedalam wadah berisi air untuk pencucian akhir. kemudian keringkan.
tahap yang paling menentukan sebenarnya berada pada tahap Developer, disana akan terjadi pembentukan gambar diatas kertas, namun jangan terlalu lama memasukkan foto ke dalam larutan ini karena akan menimbulakan bercak aneh atau warna agak kecoklatan yang muncul pada sisi-sisi foto.

Hasil-hasil foto yang saya dapat menggunakan KLJ saya:






Sabtu, 07 Mei 2011

Children Of Heaven

Sutradara            : Majid Majidi
Penulis Skenario : Majid Majidi
Negara               : Iran
Tahun produksi   : 1997
Bintang               : Amir Farrokh Hashemian (Ali)Bahare Seddiqi (Zahra)






Anda pernah nonton film ini? atau pernah membaca cerita film ini pada sebuah latihan soal bahasa inggris? jika anda pernah menonton dan membaca cerita ini dilatihan soal bahasa inggris, maka anda jangan takut untuk menjawab soal tersebut karena tidak mengerti bahasa inggris, namun karena telah menonton ceritannya anda akan bisa menjawab soal tersebut. hal itu terjadi pada saya, sewaktu Try Out bahasa inggris di SMA, soal yang keluar adalah deskripsi mengenai kisah Children Of Heaven ini yaitu perjuangan dan petualangan dua kakak adik karena sepasanga sepatu. terus terang saja saya tidak begitu tahu apa arti dari kata-kata sulit disana, namun ketika saya membacanya, saya tahu bahwa cerita tersebut merupakan film yang dulu pernah saya tonton di tv. sehingga saya dapat menjawab soal tersebut dengan baik.

Film ini mengisahkan tentang Ali, seorang anak laki-laki yang cerdas dan bertanggung jawab yang tanpa sengaja menghilangkan sepatu milik adiknya Zahra. mereka merupakan anak dari keluarga kalangan menengah ke bawah namun memiliki prinsip hidup yang kuat. dua kakak beradik yang kemudian berjuang untuk tetap menjalani hari-hari dan memutuskan untuk tidak melaporkan hal tersebut kepada orang tua mereka dengan alasan tidak ingin memberatkan beban orang tua dan berusaha untuk dapat bersekolah dengan baik walaupun kedua kakak beradik tersebut hanya menggunakan sepasang sepatu secara bergantian. disana terdapat petualangan anak-anak ini dimana mereka banyak mengalami masalah karena sepatu tersebut, kemudian rasa iba dari Ali dan Zahra yang muncul setelah mengetahui siapa pemilik sepatunya Zahra yang hilang, dan usaha mati-matian Ali yang mengikuti sebuah lomba lari jarak jauh tingkat anak-anak semata-mata mengincar juara III untuk mendapatkan hadiah sepatu dari perlombaan tersebut yang kemudian akan diberikan untuk adiknya, namun tanpa sengaja ia meraih juara satu dan berfoto dengan piala juara I nya dengan air mata di matanya.
untungnya yang melegakan adalah sebuah Shot yang menunjukan ketika hampir diending film, ayahnya menuju sepeda dan kemudian membawa sepedanya sehabis berbelanja kebutuhan hidup, di sepedanya terlihat dua sepatu baru tergantung diatas sepeda yang sepertinya diinterprestasikan bahwa sepatu-sepatu tersebut untuk dua anaknya, Ali dan Zahra dua anaknya yang membanggakan :)

jadi sekarang anda mengerti kan? mengapa film ini banyak ditemui disoal-soal yang akan dipelajari oleh pelajar? karena film ini dianggap sebagai film bermutu edukasi, memiliki tingkat pemahaman makna yang dalam mengenai moral manusia, sangat baik untuk mengajarkan anak-anak untuk menjadi manusia yang baik.

film ini masuk ke dalam nominasi Academy Award untuk Film Berbahasa Asing Terbaik, namun kalah dengan film Italia Life Is Beautiful oleh Roberto Benigni. Setelah film telah menjadi terkenal di seluruh dunia karena nominasi Oscar, hal itu ditunjukkan dalam beberapa tempat seperti Eropa, Amerika Selatan, dan negara-negara Asia antara tahun 1999 dan 2001. Film ini berhasil ditunjukkan dalam banyak festival film dan memenangkan penghargaan di Festival Film Fajr, World Film Festival, Newport International Film Festival, Warsaw International Film Festival, dan Singapore International Film Festival. Ia dinominasikan untuk Grand Jury Prize difestival American Film Institute.


FILM HEBAT KAN??

sewaktu saya kecil saya menonton film tersebut, mengingatnya sebagai film yang bermakna. kemudian saat ini, pada bulan ini saja saya telah menonton film tersebut sebanyak 3x. melihat dan menonton. saya melihat bagaimana film maker membuat shot-shot mereka menjadi potongan-potongan yang bercerita, namun saya tetap melibatkan perasaan saya didalam film untuk dapat menginterprestasikan cerita, menangkap kesimpulan apa yang harus diambil, hal apa dan ideologi apa yang menjadi sepaham dengan saya sehingga bisa saya terapkan juga dalam film-film yang mungkin nanti akan saya buat. kemudian menyimpulkannya sebagai daftar film pedoman saya.


saya menjadikan film ini sebagai salah satu pedoman dalam tolak ukur saya. dimana untuk menciptakan sebuah film bagus, anda tidak diharuskan untuk menciptakan cerita yang rumit dan sulit dimengerti. sebenarnya banyak tema bagus yang bisa diangkat dari hal yang kita lihat disekeliling kita.
anda tetap bisa menghasilkan film bagus tanpa mengeluarkan banyak biaya artistik yang besar asal memiliki ide yang tepat. anda tetap dapat menciptakan film bagus, dengan menonjolkan bagai mana ide yang terkesan simpel tersebut dapat dipandang bermakana tinggi. tidak terlepas juga dari ide sebagai ilham yang turun dari tuhan ke atas kepala kita, dan tentu saja semua itu tidak lapas dari teknik penyajian film yang baik.

film bagus karena dua hal, bobot ide pokok dan cara penyajian film.

"CINTA" (SINETRON)

Primus Yustisio, Desy Ratnasari, Atalarik Syah
produksi  INDIKA Entertainment tahun 1999
Sutradara           : Mauril Ara
Penulis skenario : Armantono
Editing                : Sentot Said
Kameraman       : Rei Supriadi
Diangkat dari Novel karangan Wira.W




(Wwwaaadduuuhhh -_-' saya baru sadar kalau nama dua dosen saya tertulis di atas poster Sinetron ini !! lihat nama penulis skenario dan editornya... ) Jika saya berpendapat dalam blog ini maka hal itu bukan berdasarkan karena mereka.


Sinetron CINTA, menurut saya adalah Sinetron INDONESIA yang paling bagus sepanjang sinetron yang pernah saya tonton. Sinetron ini saya tonton ketika umur saya 7th alias kelas II sekolah dasar. sebenarnya anak kecil seusia saya tidak boleh nonton Sinetron cinta-cintaan seperti ini, tapi ketika itu saya mengikuti Sinetron ini dari awal hingga akhir episod. dan saya sudah bisa mengatakan pada saat itu bahwa ini adalah SINETRON BAGUS. jika tertinggal satu episod maka saya akan sangat menyesalinya sama seperti ketika saya ketinggalan episod Jewel In The Palace (drama korea historis).


garis besar dari cerita SINETRON ini adalah Berkisahkan tentang seorang gadis yang merupakan mahasiswi kedokteran yang kemudian menjalin cinta dengan seorang pemuda, namun ternyata kakak si pemuda yang memiliki penyakit kelainan jantung, jatuh cinta pada si gadis. mereka harus menyembunyikan hubungan dan rasa cinta mereka, bahkan dipaksa untuk mengubur hubungan tersebut oleh ibu si pemuda, demi menyelamatkan nyawa anak tertuanya.
(rumit ya?)


Ada banyak Sinetron, namun tidak ada yang meninggalkan kesan mendalam seperti sinetron CINTA ini dihati saya. Bukan hanya ceritanya yang bagus, tetapi setting dan tempatnya terlihat nyata karena mungkin secara garis besar syuting dilakukan dilokasi (tidak berkesan ''Berpura-pura'' seperti sinetron-sinetron yang sekarang sering anda lihat di layar Tv, rumah sakit dibangun dadakan dan terlihat seperti triplek-triplek yang dipasang dengan tulisan RS, atau ruangan kantor yang kelihatan sekali bahwa itu adalah salah satu ruangan didalam rumah, jika ada setting maka settingnya terlihat cukup baik).

telent memainkan karakternya dengan sangat baik dan meyakinkan (tidak seperti sinetron-sinetron sekarang yang demi membayar murah aktor atau aktrisnya mereka menggunakan pendatang baru yang sebenarnya aktingnya tidak cukup meyakinkan, atau menggunakan aktris atau aktor dibawah umur untuk cerita yang seharusnya diperankan orang dewasa).
yang pasti talentnya menarik. menurut saya itu sangat penting dalam film/sinetron bercerita cinta.

editing juga terlihat baik. tidak ada potongan yang jumping. semua mengarahkan cerita, ekspresi pemain dan aksi dengan baik.
pengambilan gambarpun dilakukan dengan baik untuk mendapatkan kesan mendalam mengenai konflik serta aksi yang terjadi.
dan yang saya tekankan mengapa Sinetron ini tidak berakhir membosankan atau saya tinggalkan (sebagai penonton), karena sinetron ini episodnya berakhir ketika cerita telah usai. saya tidak ingat sinetron ini memiliki berapa episod namun seingat saya sinetron ini tayang tidak lebih dari tiga bulan (Sebenarnya episod yang normal agar masih bisa diikuti oleh penonton itu kurang dari 100 episod---kacamatasaya sebagaipenonton), rating sinetron ini pada saat itu pasti tinggi, namun mereka tidak mengacaukan cerita dengan memperpanjangnya hingga cerita menjadi tidak jelas seperti sinetron-sinetron yang sekarang sering kita lihat di layar kaca (yang kebanyakan cerita-ceritanya sudah tidak jelas lagi, yang dibuat sesuai permintaan produser-produser perusak ide kreatif yang berfikiran pendek tentang uang, bukan mengikuti keinginan penonton untuk mewujudkan rasa identifikasinya--> karena terlalu panjang penonton melupakan sinetron yang diperpanjang dan dibuat hingga 5000 episod... OMG).


Setelah Nonton Sinetron ini saya tidak pernah nonton Sinetron lain lagi hingga akhir episod. karena malas, sinetron-sinetron sekarang bagus idenya aja, tapi awal-awal juga kadang sudah ada yang mengecawakan (dari segi artistik, score, atau cerita), belum lagi scoring yang dipake salalu sama dengan sinetron-sinetron yang dibuat dirumah produksi yang sama, jadi cuma soundtrack pembukaannya aja yang beda, ujung-ujungnya episod lebih dari 10 season, dari segi penyajian dan mengeksplor gambar, kurang terlihat dengan alasan kejar tayang dsb... tapi hal ini tidak dapat disesali, mungkin hal seperti itu juga banyak disebabkan dengan keadaan.

pertannyaannya bagaimana kita sebagai filmmaker bisa mengubah pola fikir si PEMEGANG DANA untuk tidak egois merusak ide kreatif kita??? itu adalah hal yang sampai saat ini tidak bisa terjawab sacara nyata. karena pola fikir produser di Indonesia--> produksi pada sinetron yang ratingnya sedang tinggi adalah No.1 selebihnya kesampingkan saja....