Sabtu, 16 April 2011

The Greeat Queen Seondeok

Director: Park Hong Kyun & Kim Geun Hong (김근홍)
Screenwriter: Kim Young Hyun & Park Sang Yun (박상연)
Tahun rilis: 2009

Drama Asia Seri yang menurut saya paling Baik          
Drama seri ini adalah drama Asia yang sampai saat ini masih menjadi urutan pertama dihati saya (yang ke dua Jewel in the Palace). Tanya kenapa?
Sewaktu saya SMA saya menonton drama ini dan mengikuti perkembangannya. Awalnya saya mulai tertarik karena melihat Thrillernya yang berlatarkan historis korea, dan sepertinya ceritanya akan menarik karena dipenuhi oleh petualangan, perjuangan, dan dibubuhi dengan cinta, belum lagi drama ini muncul distasiun tv, saya sudah membeli versi bajakannya (hehe maklum anak SMA). namun setelah berjalannya satu episod saja, saya sudah mulai yakin akan menonton drama ini hingga akhir. Awalnya saya tergetar dengan musik-musik pengiring yang disuguhkan didalam mengiringi tiap shotnya. disana muncul kekaguman pertama saya, mengapa setiap musik itu muncul dengan shot-shot yang tepat membangkitkan emosi saya. Alur ceritanyapun mulai membuat saya resah dan terhanyut, dimana episod satu saja Antagonisnya si Lady Mishil telah muncul dan meneror kerajaan. setelah saya perhatikan Artistik dari drama ini terkesan mewah layaknya sebuah kerajaan makmur. pakaian yang digunakan beserta tempat dan latar sangat mendukung. tidak seperti beberapa drama korea historis yang pernah saya tonton sebelumnya, kostum dan tempat lebih kelihatan mewah. dari sana saya mulai yakin, ini pasti drama bagus... 

Kita ulas lagi, Dilihat dari segi Ceritanya drama ini merupakan drama historis (walau tidak sama persis dengan sejarahnya untuk pengembangan dramatisasinya) dan cerita yang disajikan sangat menarik untuk diikuti. dipertengahan cerita muncul Bidam yang seolah akan memperpanjang cerita karena ia tidak muncul sejak awal, namun kemunculan Bidam berhasil menepiskan anggapan bahwa drama ini akan berakhir panjang dan membosankan, sebab setelah Bidam muncul, cerita seolah semakin mendekati klimaksnya--berbelit namun menarik.(namun tetap saja jika dilhat episod sebelum Bidam muncul, sepertinya ia tidak akan pernah diulas dalam cerita atau sama saja bidam adalah ilham penulis skenario/sutradara yamg muncul belakangan).

Drama ini dapat dikatakan sebagai drama seri kolosal juga, karena menggunakan banyak manusia,
memiliki yang jika saya hitung lebih dari sepuluh musik intrument+Ost. dan salutnya, musik-musik itu sepertinya sudah dipersiapkan dengan sangat matang untuk drama seri tersebut.
musik-musik pada drama ini betul-betul membangkitkan emosi penonton karena memiliki irama yang bagus dan berwarna.
menilai dari akting, bisa dikatakan akting dari semua artis korea cukup baik dan terlatih. jika anda suka menonton drama-drama korea lainnya, anda bisa melihat bahwa artis-srtis mereka beracting tidak mengcewakan penonton. namun walaupun semua artis mereka beracting dengan baik, dengan adanya karekter Mishil, saya berfikir bahwa Drama ini menjadi semakin hidup karena adanya penempatan seorang artis yang sangat cocok memerankan tokoh sebagai Mishil. saya rasa jika bukan Go Hyun Jung yang memerankan karakter Mishil, Mishil tidak akan menjadi karakterjahat yang diidolakan. Bahkan setelah menonton drama ini, saya sesungguhnya lebih mengidolakan karakter si jahat ini dari pada karakter protagonisnya.

Drama ini juga berhasil dan memebuktikan bahwa "Tidak harus ada adegan seks untuk mebuat sebuah film yang bagus dan mengejutkan banyak orang". saya memperhatikan dari awal cerita, tidak ada satupun adegan ciuman didalamnya. padahal Drama korea dikenal juga dengan drama yang selalu dibubuhi dengan kontak bibir (hehe). kenyataannya sekarang tidak ada adegan itu, dan drama ini sempat membuat saya gila ketika kehilangan DVD episod 51-62.
Tanpa adegan seperti itu saya sudah tahu bahwa Bidam sangat mencintai Deokman. kenapa saya bisa tahu? karena aksi sesuai cerita yang dilakukan oleh Bidam didalam perannya.
"Bidam melakukan pemberontakan semata-mata untuk menjadi pasangan hidup Deokman bukan berkeinginan menjadi Raja..." (jadi ini adalah cerita cinta edisi maksa, seolah-olah menggambarkan bahwa apapun akan dilakukan Bidam walaupun berkhianat sekalipun untuk mendapatkan gadis yang dicintainya... ssssoooo sweeettt).
itulah mengapa sekarang saya menggilai Kim Nam Gil, karena walaupun saya tahu Bidam hanyalah tokoh fiktif belaka, tapi saya mencintai dia dalam Drama tersebut (hehehe). 

Dilihat dari segi Artistiknya, film ini memiliki artististik yang luar biasa. mulai dari kostum, tempat, properti, hingga make up dari artis-artisnya yang menawan. mereka dapat mehadirkan dari nona Mishil hingga Nyonya Mishil dengan sangat baik tanpa menhilangkan kesan cantik dan sombong diwajahnya.

Setiap shot yang diambil memiliki maksud didalam cerita, terutama yang saya ingat shot ketika Lady Mishil selesai bicara kamera yang zoom in perlahan, menunjukan bahwa lady mishil sedang berfikir, dan arti dari setiap track yg digunakan saat adegan didalam ruangan... dimaksudkan untuk memperlihatkan ketegangan suasana...

Ending drama ini tidak berakhir bahagia dan menguras banyak air mata saya sehingga waktu menontonnya di Dvd, saya sering tidak puas dan mengulangnya kembali, terkadang saya memikirkan sendiri ending yang baik untuk mereka (bidam dan deokman T_T) pada kenyataanya sequeen akhir didrama ini meluluhkan banyak hati wanita (hehe). walaupun saya tidak puas terhadap endingnya, saya merasa cukup terhipnotis dengan ending seperti itu. (Applause untuk penulis skenrio dan sutradara). yang jelas masih ada pelajaran yang dapat diambil dari ending yang tragis seperti itu.

namun kembali ke kritik cerita, film ini terlalu banyak sub plotnya sehingga kadang tidak fokus pada plot utama. (jadi waktu saya nonton di Dvd banyak saya percepat juga, apalagi kalau mengulas masalah pejabat-pajabat kerajaan yang durasi dialognya cukup lamaaa. yah, itu mungkin memang disengaja untuk memperpanjang cerita. biar bisa jadi 62 episod... ckckckc..)

Drama seri ini sungguh menginspirasi saya. saya bahkan sudah memikirkan sebuah drama historis Indonesia sesuai adat dan budaya kita seusai menonton drama ini. saya ingin sekali berpatokan terhadap cara-cara pembuatan film dalam drama ini mulai dari shot, musik, hingga artistik. kalau masalah ide, bukankah kita punya banyak sejarah menarik yang dapat diangkat (saya mengagumi sebuah sejarah hidup seorang raja di Indonesia, semoga saya bisa memfilmkannya nanti.. hehehe) apakah anda terinspirasi juga?



Tidak ada komentar:

Posting Komentar