Lagi-lagi dengan video clip....
masih dengan gaya yang sama dijudul sebelumnya,
bercerita, tempo perpindahan shot yang cepat, shot yang banyak, dan setting yang Indah, serta visual bercerita
t.a.T.u penyanyi asal Russia dengan sebuah lagunya yang berjudul All about us.
terdapat tiga versi yang ada di
youtube.
versi pertama, silahkan dilihat (VIDEO.1)
Ok, sekarang coba lihat versi keduanya (VIDEO.2)
Kedua videoclip ini merupakan video dari materi yang diambil dan diedit oleh tim yang sama.
menurut anda mana yang lebih
bagus, manarik, dan tepat? secara keseluruhan terasa lebih baik dari video yang pertama. kenapa? mari kita bahas ulasannya.
Si rambut pendek namanya Julia dan yang rambut panjang, namanya Lena.
videoclip ini punya 8 scene:
1. EXT. PARKIRAN RESTORAN - SORE
2. INT. RESTORAN - SORE
3. INT. MOBIL LENA - MALAM
4. INT. KAMAR APARTEMENT - MALAM
5. EXT. JALAN TROTOAR - MALAM
6. INT. MOBIL PRIA -MALAM
7. EXT. JALAN TROWONGAN - MALAM
8. EXT. DEPAN APARTMENT JULIA - MALAM
anda bisa lihat, ada beberapa shot yang berbeda pada versi yang pertama dan kedua.
perbedaan pertama:
Kira-kira menit ke 01.17 terjadi perbedaan pertama
Yaitu shot di video1 memiliki aksi dimana Lena yang seolah
melihat ke samping, kemudian Julia dengan MS terus berjalan, shot selanjutnya
long shot dengan eye level. aksinya sebuah mobil mendekati Julia. Julia
kemudian melihat ke belakang. Kemudian shot selanjutnya diikuti dengan OTS
Julia mendekati jendela mobil tersebut dan berbicara kepada si pria.
sedangkan video2 memiliki shot medium shot Julia yang
melihat kearah belakang disusul dengan shot Lena yang ikut melihat kebelakang
ditempat yang berbeda (mungkin shot tersebut dimaksudkan atau memiliki
pengertian bahwa si kedua gadis memiliki hubungan yang erat, mereka bisa saling
merasakan kejadian diantara yang satunya walaupun berbeda tempat) namun setelah
divisualkan dan digabungkan pada kedua potongan tersebut, menurut saya, dua
shot tersambung tersebut menjadi tidak filmis. Bukan karena konsepnya, tetapi
karena tidak menarik/tidak ok secara aksinya saja, yang ketika tersadar sesuatu
melihat kebelakang dan membelakangi kamera. Belum lagi shot ketika Lena menoleh
menajadi blur.
Kira-kira dimenit ke 01.28 terjadi kesamaan lagi hingga shot
selanjutnya Julia masuk ke dalam mobil LS. Sedangkan video2 disambut oleh shot
Lena bernyanyi dengan gambar yang blur t.o.s CU.
Kesamaan video1 dan video2 kembali terlihat.
Hingga didurasi
02.05 Shot pada video1 adalah kaki dan
pinggang si Julia dan pria. Shot video2 adalah Julia yang dicium oleh pria
namun tertutup oleh bantal. Dan menurut saya ini cukup mengganggu. Tidak lebih
baik dan boleh dihindari jika memiliki shot lain (mungkin juga karena berasa ga
filmis tadi) tokoh ketutupan bantal dan bantal mendominasi frame.
Shot-shot kembali sama hingga 8 atau 9 shot kedepannya. Kira-kira dimenit ke 02.16 pada video1 aksinya adalah si Julia mengacungkan jari tengah kepada pria. Gambarnya OTS pinggang Pria yang baru bangun dari tempat tidurnya. walaupun tokoh (Julia) terlihat ngeblur, namun secara angle dan posisi kamera pada video1 terlihat lebih baik daripada video2 . sementara di video2 pada menit yang hampir sama dan dengan aksi yang sama, Julia terlihat mengacungkan tangannya kepada sesuatu yang tidak terlihat posisinya dengan arah kira-kira 60 derajat. Mungkin arah tunjuk si Julia kepada pria itu tidak berubah pada kenyataannya, namun letak kamera berubah dan menimbulkan perspektif yang berbeda.
Terlihat lebih baik untuk video1 mungkin karena garis aksi terlihat cukup jelas. Sementara video2 Julia melakukan aksi out frame jauh dari kamera namun pada video ini telah di cut sebelum ia keluar frame (dosen saya pernah bilang sebaiknya out/in frame, sedekat mungkin dengan kamera ternyata salah satu efek dari salahnya pergerakan aksi atau penempatan kamera pada contoh seperti ini juga menyebabkan hilangnya rasa filmis).
Shot-shot kembali sama hingga 8 atau 9 shot kedepannya. Kira-kira dimenit ke 02.16 pada video1 aksinya adalah si Julia mengacungkan jari tengah kepada pria. Gambarnya OTS pinggang Pria yang baru bangun dari tempat tidurnya. walaupun tokoh (Julia) terlihat ngeblur, namun secara angle dan posisi kamera pada video1 terlihat lebih baik daripada video2 . sementara di video2 pada menit yang hampir sama dan dengan aksi yang sama, Julia terlihat mengacungkan tangannya kepada sesuatu yang tidak terlihat posisinya dengan arah kira-kira 60 derajat. Mungkin arah tunjuk si Julia kepada pria itu tidak berubah pada kenyataannya, namun letak kamera berubah dan menimbulkan perspektif yang berbeda.
Terlihat lebih baik untuk video1 mungkin karena garis aksi terlihat cukup jelas. Sementara video2 Julia melakukan aksi out frame jauh dari kamera namun pada video ini telah di cut sebelum ia keluar frame (dosen saya pernah bilang sebaiknya out/in frame, sedekat mungkin dengan kamera ternyata salah satu efek dari salahnya pergerakan aksi atau penempatan kamera pada contoh seperti ini juga menyebabkan hilangnya rasa filmis).
Menit ke 02.21 terjadi perbedaan lagi pada video1, terdapat
shot si pria memukul si Julia, kemudian shot reaksinya terlihat Julia yang
berdiri jatuh kebawah. Pada video2 Julia jatuh dan sudah berada dibawah dengan
close up dikarpet dan diantara kaca.
Video1, Shot selanjutnya adalah Julia jatuh dan menabrak
kaca hingga membuat pahanya terluka. Dengan low angle, disambut dengan
shot dari angle yang berbeda. sementara di video2, shot selanjutnya si pria
terlihat sehabis memukuli Julia. Disambut dengan shot Lena menggeleng Diikuti
dengan shot Lena menggeleng menyadari terjadi sesuatu pada teman sejenisnya
(group duo ini membuat sebuah image untuk rumor pemasaran mereka, yang melekat
atau menjadi ciri dari group mereka
adalah kalau mereka lesbi. Itu juga sengaja diperlihatkan melalui
tema-tema videoclip mereka yang lainnya yang intinya bertema lesbi).
Setelah ini ada banyak shot yang sama.
Dalam perjalanan didalam mobilnya selanjutnya, shot Lena bernyanyi lalu shot penyambung continuity dengan transisi wipe yang dibuat dari kamera.
Dalam perjalanan didalam mobilnya selanjutnya, shot Lena bernyanyi lalu shot penyambung continuity dengan transisi wipe yang dibuat dari kamera.
Pada menit 02.24 video1 Julia berada dikarpet dengan pecahan
kaca disekitarnya. Sementara divideo2 Lena menutup ponsel kemudian disambung
dengan shot sedang bernyanyi. Sudah banyak terjadi perbedaan diantara kedua
video yang sebenarnya sama ini, antara letak shot yang didahulukan dan bentuk scene yang sama dengan
shot yang berbeda-beda.
Klimaks perbedaan yang mencolok dalam shot dan editing terletak pada shot didurasi 02.55 dimana ketika Julia menembakkan pistol kekepala pria, pada video 1 terlihat pria jatuh dengan tipe shot OTS julia-MS. Sedangkan pada video2 tidak diperlihatkan kematian pria Ini. hal sepert ini mengurangi ketegangan rupanya.
Dan lagi pria yang berteriak dengan tipe shot MCU dengan efek yang diberikan ternyata tidak semenarik video1 ketika darah darah muncrat ke dinding, (walaupun sebenarnya tidak ada special effect seperti difilm saw. seperti hancur-hancuran kepala, tetapi jatuhnya pria tersebut setelah darah muncrat sudah memperlihatkan kekerasan yang digambarkan secara langsung. ini seharusnya movie! karena video clip itu ditayang di Tv kakak! udah pasti kena sensor).
selain itu (pada video2 yang dibuat untuk lulus sensor) efeknya dengan perbesaran gambar secara cepat dan digantikan dengan black screen terlihat tidak menarik, walaupun itu adalah hal yang sudah dimaksimalkan semaksimal mungkin dari shot yang ada (kesalahan ini tidak terjadi pada editornya, tapi sebaiknya ganti materi shotnya. -->X: bikin lagi! Y: kalo ga ada gimana dong kk.. X: ya udahlah..).
Hanya saja kalo dilihat kenapa ada kain putih menempel didinding (pasti ini pura-puranya sudah ada sehingga noda darah yang muncrat dari kepala pemuda bisa terlihat jelas dikegelapan dan juga bata kamar tersebut gelap rupanya. Yahh, bisa bisanya art director lah. Dan sebenarnya untuk orang awam yang menonton keanehan kain putih itu tidak berasa kok).
Selebihnya semua hingga akhir durasi terlihat shot-shot
sama.
Sebenarnya gambar dari kamera banyak yang kurang fokus. Kalo
konsepnya ngeblur rada kebanyakan kayaknya. Tapi kalo memang shot itu
dibutuhkan dan dianggap lebih baik digunakan, "kenapa tidak?" kenyataannya
lebih bagus kayak dimenit ke 02.16.
Lightingnya ok kakak! Warna-warni lampu dan cahayanya dan konsepnya yang menunjukkan malam hari akhirnya mempengaruhi secara besar konsep lightingnya. Seorang dosen saya yang lainnya pernah berkata, kameraman atau sinematografer yang hebat debutnya dimulai atau terletak pada kehebatan dia menata cahaya. banyak orang bisa mengoprasikan kamera, tapi tidak banyak orang bisa mengatur lighting (itu tidak menandakan teori yang lain tidak penting, tapi praktek tentang lighting sebaiknya tidak terabaikan). sebab di Indonesia kameraman/sinematografer film melewati tingkatan untuk menjadi dewa kamera alias sinematografer film, karena dibawah naungan department yang sama, katanya untuk menghemat biaya produksi, sementara di hollywood lighting merupakan departmen sendiri. tapi beberapa sinematografer film hebat dIindonesia, (satu dewa dikenal dikampus saya) yang ketika menemukan kesalahan lighting pada frame nya bisa memberikan pengarahan dengan beberapa kata saja terkadang mereka melakukan satu sentuhan yang tepat. dikarenakan mereka mempunyai pengalaman di lighting.
---Dia tidak mampu menipu matanya sehingga membuat dia belajar banyak untuk tidak menipu matanya-- (Ok, bocoran buat
kakak-kakak baru calon anak kamera selamat belajar keras tentang lighting
yaaa..)
jika dilihat video1 merupakan video clip secara keseluruhan yang sempurna dan seperti judul pada video1 yang ada penejelasan --> Uncensored, yang artinya tanpa sensor, berarti video2 dibuat untuk menutupi shot-shot yang terlihat fulgar pada beberapa bagian yang ada.pada video yang lainnya (video1).
jika hal seperti ini sudah diperhitungkan dan memang ingin dibuat dalam 2 versi, saya tidak mengerti mengapa pada beberapa adegan ada beberapa shot yang sama namun memiliki posisi penempatan kamera yang berbeda. berarti shot fulgar yang ditutupi seperti ketika pria mencium leher gadis tertutup bantal, si gadis terjatuh pada meja kaca yang tidak diperlihatkan, si gadis memperlihatkan jari tengahnya ke pria namun diganti dengan hentakan tangan yang terlihat tidak jelas,..
semua shot tersebut dibuat belakangan, (tidak berlaku untuk wajah pria yang marah karena tembakan pistol, di video2 seperti pembesaran frame atau pengecilan resolusi -->mungkin ya kayaknya sih, tapi karena berlangsung sebentar dan karena fade putih yang cepat itu jadi ga terlalu berasa perbedaan resolusinya. dan selama itu menyelamatkan ya kayaknya bisa-bisa aja digunakan).
(nah, untuk filmmaker, perhitungkan tentang sensor, sebab ada banyak cara untuk menggantikan shot fulgar dengan shot lain yang bisa mengartikan sama dengan yang anda maksudkan, namun tidak mengubah pencapaian yang akan diterima penonton. saya pernah membaca mengenai videoclip dari sebuah boyband di negara lain-->(korsel maksudnya), membuat sebuah videoclip yang disensor karena dianggap terlalu sexy hingga harus ditayangkan diatas jam 10 malam karena tidak layak dilihat oleh umur dibawah 17 tahun. wah.. susah juga ya kalo sudah harus ditayangkan jam segitu.. mengurangi waktu promosi.
jadi apa yang terjadi dengan videoclip ini? apakah kejadiannya sama sehingga mengharuskan membuat versi kedua agar dapat ditayangankan disiang hari dan layak dilihat oleh semua umur? maklum saja, tv ditonton dari usia balita hingga lanjut usia. saya sangat mendukung bahwa video1 itu lebih keren dari pada video2, tapi video2 tidak begitu bagus, bukan karena disensor, melainkan karena beberapa shot berubah penempatannya, atau keadaanya sehingga terasa tidak filmis).
(VIDEO.3)
Nah?! apa lagi Ini? ada satu jenis lagi editannya..
dengan bentuk penuturan yang berbeda dari yang sebelumnya.
untuk video3 ini didurasi 1 menit 4 detik pertama, cerita yang tertangkap secara garis besarnya/ secara umunya adalah semua sama dengan cerita divideo1 dibagian awal.
Yaitu
"Julia datang bersama dengan
Lena. terlibat pertengkaran dan berpisah pada jalan masing-masing.
kemudian Julia bertemu seorang pria yang pada akhirnya mengajaknya untuk
berkencan"
(pembukaan video clip adalah dari awal durasi hingga detik ke 01.15 yang sudah ditandai dengan terdeteksinya adanya KTP1 (Key turning point I) yang diambil dari klimaks menurut plot sesungguhnya. sebagai bentuk akibat.
urutan pola struktur naratif,
biar mudah kita pake parandaian ya:
A=andaikan saja=Perkenalan
B=andaikan saja=sebab
C=andaikan saja=akibat
Awal Tengah Akhir
(A->Perkenalan, B->sebab, C->akibat).
maka yang dicari di scene-scene selanjutnya adalah mengapa akibat tersersebut dapat terjadi seperti itu (Alias B)?
(A->Perkenalan, ?->sebab, C->akibat)---->
karenanya urutan berubah
Awal Tengah Akhir
(A->Perkenalan, C->akibat, B->sebab)
hingga berubah strukturnya karena yang diketahui lebih dulu adalah A->awal, C->Akibat, ?->sebab) si editor menciptakan hubungan naratif dengan waktu yang berpola nonlinear Alias A-C-B
Video ini juga berpola deduktif induktif. terlihat hanya di 1 menit pertama saja sudah dituturkan penuturan nya secara umum bahwa
"Julia datang bersama dan Lena. terlibat pertengkaran dan berpisah pada jalan masing-masing. kemudian Julia bertemu seorang pria yang pada akhirnya mengajaknya untuk berkencan"
ini adalah cerita yang bisa ditangkap selama 1 menit 4 detik pertama.
detik selanjutnya dari 01.06 ke 01.10 yang menggambarkan bahwa semua itu terlihat seperti sebuah ingatan dari benak Julia.
Dan dalam waktu 5 detik berikutnya .... hingga total durasinya sejak pembukaan awal videoclip adalah 1,15 detik, Julia telah membunuh seorang Pria!
kesimpulannya 01.15 pada tahap awal:
"Julia datang bersama dengan
Lena. terlibat pertengkaran mereka berpisah pada jalan masing-masing.
kemudian Julia bertemu dengan seorang pria yang mengajaknya untuk
berkencan, Julia mengingat kejadian itu dalam benaknya, karena ia pada akhirnya telah membunuh pria tersebut."
cerita seolah baru dimulai perjalanannya di detik selanjutnya. apa penyebab pembunuhan tersebut?
dijelaskan di menit ke 01.16- hingga 01.40.
dijelaskan di menit ke 01.16- hingga 01.40.
"Ohh, rupanya karena hubungan asmara yang memaksa hingga tidak berjalan dengan lancar"
dari durasi 01.40 ke 01.45 tergambarkan bahwa
"hal itu terjadi karena sebuah pertemuan"
durasi 01.45 ke 02.05 (pada durasi ini ada shot yang diulang-ulang mengikuti bentuk lagu, terasa membuat kesan potongan yang sudah saya nilai pada posisi nilai A, dalam potongan yang sepertinya sudah sangat dipikirkan, karena potongannya sudah berhasil membuat potongan yang membuat penontonya berpikir, sebenarnya bagaimana jalan cerita film ini, seperti konten/film yang disukai oleh pemikir-pemikir film yang biasanya berstruktur pola nonlinear, tapi image itu rusak gara-gara shot rancu yang diulang-ulang itu). padahal walaupun musiknya bergema seperti itu, editingnya juga tidak harus dilakukan seperti itu. apalagi ada shot yang diulang 2x walaupun tidak ada pengulangan musik.
saya beri perandaian:
seorang pria terlihat sangat tampan dengan jas lengkap dan berkelas, tiba-tiba membawa sebuah kaleng kumuh kecil.
ya, intinya menghancurkan kesannya yang dimata saya sudah high.
pada durasi itu kemudian diperlihatkan bagian anti klimaks pada alur plot yang sebenarnya yang menyatakan bahwa si Julia selamat dan baik-baik saja.
cerita tergambar seolah-olah dari senyum Julia pada Lena didetik 02.05 yang kemudian berlanjut hingga detik 02.47 bahwa ia telah melewati banyak hal dan ancaman hingga akhirnya memutuskan membunuh pria tersebut. Ada penekanan, dimana ketika si pemuda telah tertembak, namun ada kilas balik lagi bahwa Julia dipukuli dan dianiaya pria tersebut. dan semua ini ternyata telah menjadi ingatan dalam benak Julia.
sebenarnya durasi diatas 02.05
menurut saya sudah mulai ngaco. urutannya ceritanya mulai berasa ga
diperhitungkan. sedikit-sedikit maksudnya ketangkap, sedikit-sedikit ga
ketangkap. sedikit-sedikit, sedikit.. sedikit-sedikit, sedikit. sedikit
kok sedikit-sedikit.
Tiba-tiba ada shot yang berbeda dari materi-materi awal. dimaksudkan sebagai shot metafora atau mungkin editornya ingin membuat type edit dari concept edit.
shot sebuah mobil terbakar bahwa ketakutan tersebut telah hancur. ada shot juga dimana ada seorang wanita bahagia yang membagikan bunga diakhir shot, mungkin ekspresi kebahagiaan tersebut merupakan simbol dari rasa kebebasan. namun berhati-hati dengan apa yang wanita itu pegang, yaitu mawar. sebenarnya tidak ada keterkaitannya dengan hubungan kebebasan, walaupun bisa memberikan tanda bahwa yang dilepaskan itu adalah wanita, karena mawar merah juga simbol dari sesuatu yang feminim.
Tapi, sayangnya ini adalah pemikiran jika saya selalu mencoba untuk memikirkan maksud editor, tetapi jika dilihat dari hasilnya,
shot-shot metafora tersebut jika dipisah mungkin (tapi nggak juga kayaknya) bisa menyimbolkan atau mengartikan, yang ingin dimaksudkan editor, tapi saya berpikir bahwa sambungan ini tidak tersambung didalam cerita atau kosep awal.
ini mengubah cerita! mengubah cerita itu bagus kalo nyambung. tapi ini sepertinya tidak nyambung.
dimana:
shot sebelumnya --> kilas balik si Julia menelpon Lena saat berada didalam mobil pria itu,
kemudian disambungkan dengan shot--> mobil yang terbakar,
dan diambung lagi dengan shot--> Julia dengan keadaan berbeda, terlihat lepas dan menyesal.
kalo diliat dari tiga potongan itu langsung, bisa aja representasi ceritanya:
"julia pergi dengan seorang pria, kecelakaan, mobilnya terbakar, entah ia mati atau selamat, ia terlepas dan dalam penyesalan"
(WHATT?! apakah kejadian sebenarnya? apakah semua itu hanya pemikiran Julia yang menjadi hantu penasaran dan tidak mengetahui kejadian sebenarnya? #APASIH.. hmmm... hanya pemikiran saja).
untuk dijadikan contoh concept edit ini tidak benar.
seperti film-film yang pernah saya tonton, dan saya menangkap bahwa hal tersebut bertujuan untuk mendukung penggambaran dalam suatu shot yang akan menggambarkan "perbandingan" konten dalam shot (biasanya sebagai perandaian, atau menggambarkan "seolah-olah seperti") hingga menujukkan ide (arti) dari shot sebelum/sesudahnya.
tapi berbeda shot metafora pada film surealis. sepertinya sah-sah saja jika tidak berada pada konten cerita, tapi tetap berada pada dua potongan shot yang menghasilkan kata "seolah-olah" dan punya makna keterkaitan yang mendukung film membingungkan (surealis) itu.
atau ini sedikit surealis? apalagi potongan shot-shotnya sudah nonlinear -->(struktur dramatik yang biasanya nyuruh penonton berpikir).
kalo enggak nonton Video1 versi pertamanya mungkin Video3 ini malah ceritanya agak sulit untuk dimengerti dan rada-rada rancu. videoclip3 ini bercerita, tapi begitulah pokoknya.
***
Pernah berpikir bahwa membuat film jadi serumit ini? (saya yang nulis topik ini aja pusing). maka jangan dipikirkan. jika anda mau buat film, maka buatlah film anda (sambil belajarlah untuk benar dengan mengetahui teori). jangan tertunda karena takut salah/tersalahkan. ini hanya teori sebagai pendukung. Tapi ada banyak sekali orang besar didunia film yang melanggar teori (tapi kebanyakan mereka orang yang tahu teori). Yang penting berkarya dulu sebanyak-banyaknya, intinya, jangan takut salah.





